Hajryianto Y. Thohari
Hajryianto Y. Thohari
"Jadi tidak ada pemilih tradisonal, yang fanatik di Jakarta pada aliran politik," ujar Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Y. Thohari kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 29/7).
Hal itu terkait dengan alasan Golkar tidak mendukung salah satu pasangan calon pada putaran Pilkada DKI Jakarta.
Kedua, lanjut Hajri, dalam Pilgub tidak ada kelanjutan koalisi. Karena gubernur terpilih tidak membentuk kabinet, seperti yang dilakukan presiden, yang bisa membentuk pemerintahan koalisi.
"Nggak bisa dong. Justru dinas itu harus netral secara politik," ujarnya saat ditanya soal kemungkinan bagi-bagi dinas kalau berkoalisi.
Karena itu menurutnya, justru Golkar akan melanggar UU kalau berkoalisi mengharapkan dinas atau walikota. Karena dinas dan walikota itu adalah netral.
"Kedua untuk menghindari politik transaksional. Ini sebagai konsekuensi yang pertama. Kalau gitu imbalan untuk partai politik apa kalau mendukung. Alasannya kan pasti transaksional. Kan gitu. Nah Golkar tidak mau terjebak dalam opini (mendukung) karena politik transaksional," tegasnya.
Karena itu akan lebih baik bagi Golkar membebaskan warganya menentukan sendiri siapa yang akan didukung apakah pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli atau pasangan Joko Widodo-Basuki T. Purnama. Dan warga Golkar Jakarta sendiri yang paling tahu siapa yang pantas untuk memimpin Jakarta.
Tak hanya itu, masih kata Hajri, Jakarta bukan basis Golkar. Terbuki, pada pemilu 2009 lalu, Golkar hanya berhasil mendapatkan 7 kursi di DPRD DKI Jakarta. Apalagi pada pilkada kemarin, pasangan yang didukung Golkar hanya mendapat 4 persen suara. "Itu pun dibagi dengan suara PPP, dan PDS," tandasnya.
Pada pilkada kemarin, Golkar bersama PPP dan PDS mendukung pasangan Alex Noerdin dan Nono Sampono. [zul]
Populer
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Senin, 13 April 2026 | 08:21
UPDATE
Senin, 20 April 2026 | 22:11
Senin, 20 April 2026 | 22:06
Senin, 20 April 2026 | 22:01
Senin, 20 April 2026 | 21:54
Senin, 20 April 2026 | 21:52
Senin, 20 April 2026 | 21:34
Senin, 20 April 2026 | 21:14
Senin, 20 April 2026 | 21:05
Senin, 20 April 2026 | 20:41
Senin, 20 April 2026 | 20:39