duriat
duriat
Agar penyakit tersebut tidak menyebabkan sesuatu yang tidak dinginkan, Tim Respon Darurat Kesehatan (RDK) LKC Dompet Dhuafa, Minggu,(15/7) menjemput dan memberikan pengobatan padanya.
Sebelum ditangani LKC Dompet Dhuafa, selama berobat di Puskesmas tempat ia tinggal hingga mendapatkan rujukan ke RSUD Indramayu, ia tidak mendapatkan penanganan secara maksimal. Bahkan penyakit yang dideritanya itu semakin membuatnya menderita karena ia mesti bolak-balik berobat dalam kondisi kemaluannya dipasang selang kateter.
Ia mengaku selama kontrol berobat, dokter hanya memberikan resep obat yang harus ditebus untuk menangani rasa sakit dan penurun tekanan darah saja tanpa ada pemeriksaan lebih lanjut.
"Saat itu tekanan darah saya selalu tinggi, jadi saya harus menebus obat 5 kali sehari," ucap laki-laki yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani ini lirih.
Walaupun selama berobat ia mengaku mendapatkan pelayanan gratis dengan menggunakan surat Jamkesda yang dimilikinya, tetapi perjalanan yang jauh dan kontrol berkali-kali semakin menambah rasa sakit yang diderita hingga membuatnya tersiksa, padahal ia sangat berharap dokter dapat memberikan keputusan untuk menangani penyakitnya dengan cepat.
Hingga tidak kunjung ada kepastian untuk ditangani oleh dokter, Siti Zahra (30) putri pertamanya langsung mengeluhkan kondisi orang tuanya itu ke salah satu relawan Migrant Care yang dikenalnya saat menjadi TKI di Hongkong.
Berkat informasi dari relawan Migrant Care itulah akhirnya sampai ke LKC Dompet Dhuafa, hingga dr. Arum Puspitasari sebagai Penanggung Jawab Pelaksana RDK mengutus Suster Nani dan Mamat Ismanto sebagai Tim RDK untuk menjemput Duriat agar mendapatkan pengobatan lebih lanjut di LKC Dompet Dhuafa.
Dokter Arum mengatakan hasil pemeriksaan dokter LKC Dompet Dhuafa, Duriat menderita tumor prostat stadium III yang butuh penanganan cepat untuk operasi.
Koondisinya pun sudah pendarahan, hingga akhirnya di konsulkan ke dokter spesilais bedah, Duriat disarankan untuk menjalani pemeriksaan BNO IVP berupa pemeriksaan untuk mendeteksi kondisi saluran kencing secara keseluruhan dari ginjalnya, nampak terlihat baik atau tidak.
"Selain itu juga dilakukan pemeriksaan laboratorium patologi anatomi untuk mengetahui tumor prostat yang dideritanya termasuk kategori ganas atau tidak," tutur Dokter Arum.
Duriat menjalani operasi, Jum'at,(27/7) di Rumah Sakit Bhineka Bahkti Husada (BBH) mitra LKC Dompet Dhuafa, tentunya dengan pembiayaan penuh yang ditanggung oleh LKC Dompet Dhuafa sendiri.
"Mengingat Duriat merupakan salah satu kategori pasien dhuafa yang layak mendapatkan bantuan layanan kesehatan dari dana Zakat, Infaq dan Sedekah yang di himpun oleh Dompet Dhuafa," ungkapnya mengakhiri. [zul]
Populer
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Senin, 13 April 2026 | 08:21
UPDATE
Senin, 20 April 2026 | 22:11
Senin, 20 April 2026 | 22:06
Senin, 20 April 2026 | 22:01
Senin, 20 April 2026 | 21:54
Senin, 20 April 2026 | 21:52
Senin, 20 April 2026 | 21:34
Senin, 20 April 2026 | 21:14
Senin, 20 April 2026 | 21:05
Senin, 20 April 2026 | 20:41
Senin, 20 April 2026 | 20:39