Berita

Kubu Jokowi-Ahok Bantah Keluarkan Isu SARA

JUMAT, 27 JULI 2012 | 17:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemilihan kepala daerah DKI Jakarta diwarnai isu black campaign bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan, yang dialamatkan kepada pasangan Joko Widodo-Basuki T. Purnama. Tapi, kubu jagoan PDI Perjuangan-Gerindra yang akrab disapa Jokowi-Ahok itu tak ambil pusing.

"(Orang yang mengeluarkan isu SARA) Supaya diampuni dosanya. Saya cukup aneh orang yang memainkan isu SARA. Karena itu mumpung bulan puasa, supaya diampuni dosa-dosanya," ujar Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta M. Taufik kepada Rakyat Merdeka Online petang ini (Jumat, 27/7).

Dia sendiri yakin isu SARA ini tidak akan laku. Meski begitu, dia tetap meminta polisi untuk bertindak tegas terhadap orang yang menghembuskan isu SARA.

Isu SARA ini memang menjadi polemik. Diyakini, isu SARA ini alat kampanye yang bagus untuk menjatuhkan lawan dan juga untuk meraih simpati. Meski begitu, ada juga yang menilai bahwa isu SARA ini tidak ada hubungannya dengan upaya memenangkan atau menjatuhkan.

Karena itu ada tiga kemungkinan soal siapa yang mengeluarkan isu SARA tersebut.

Pertama, adalah kubu Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, yang ingin menjatuhkan pasangan Jokowi-Ahok. Tapi, hal ini sudah sering dibantah oleh Kepala Media Center Tim Sukses Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Kahfi Siregar.

Kemungkinan kedua, isu SARA ini sengaja dihembuskan oleh kubu Jokowi-Ahok. Hal ini dimaksudkan untuk meraih simpati publik karena pasangan yang 'terdizalimi.' Tapi, Taufik dengan tegas membantah tudingan tersebut.

"Nggak benarlah. Kita nggak bakalan main yang begituan. Bagaimana mungkin sih (kita mainin isu SARA). Yang berpikir seperti itu seperti otaknya terbalik," tegas Taufik melanjutkan keterangannya.

Kemungkinan ketiga, orang yang mengeluarkan isu SARA ini adalah pihak-pihak yang memang ingin mengadu domba warga Jakarta. Karena itu, pihak Kepolisian dan Panwaslu harus menemukan siapa yang menghembuskan isu SARA tersebut. [zul]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya