Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

Gangguan Tiroid Saat Hamil Picu Anak Lahir Cacat

JUMAT, 27 JULI 2012 | 08:16 WIB

Gangguan pada kelenjar tiroid (kelenjar yang letaknya di leher, tepat di bawah jakun) seperti hipotiroid (kekurangan hormon tiroid) hingga kanker tiroid, ternyata lebih rentan terjadi pada wanita. Yang paling parah jika gangguan tersebut terjadi pada wanita hamil.

Kelainan pada kelenjar tiroid, utamanya hipotiroid, jangan di­anggap sepele. Selain dampak ter­buruk seperti kematian, hipo­tiroid yang tak segera ditangani ju­ga dapat membahayakan kese­hatan sekaligus masa depan janin.

Jika hipotiroid dibiarkan dalam jangka panjang, maka bukan ti­dak mungkin janin yang dilahir­kan akan menjadi generasi yang lambat dalam merespons, meng­alami keterbelakangan mental, bahkan cacat fisik.

Guru Besar Universitas Padja­jaran Prof Sri Hartini KS Kariadi menjelaskan, penyebab hipo­tiroid umumnya akibat keku­ra­ngan yo­dium dan radiasi saat pengobatan pada bagian leher, efek samping konsumsi obat dan keturunan.

“Kurangnya asupan hormon ti­roid dalam tubuh wanita hamil akan turut mengganggu proses tumbuh kembang janin. Padahal, di usia dini hormon tiroid sangat ber­man­faat meningkatkan per­tumbuhan dan perkembangan kecerdasan,” jelas Prof Sri dalam diskusi kese­ha­tan di Jakarta, Selasa (17/7).

Wanita hamil yang mengalami kekurangan yodium berat, juga dapat melahirkan bayi kretin (ca­cat mental). “Mereka yang keku­rangan hormon tiroid di usia dini akan terkesan bodoh dan cebol,” lanjutnya.

Salah satu bentuk kelainan ke­lenjar tiroid yang utamanya ha­rus diwaspadai oleh wanita ha­mil adalah hipotiroid. Hipotiroid me­rupakan kondisi di mana ke­lenjar tiroid tidak menghasilkan cukup banyak hormon tiroid se­suai yang dibutuhkan tubuh.

Hormon tiroid merupakan sa­lah satu hormon utama dalam metabolisme tubuh manusia. Hormon inilah yang meng­ha­sil­kan energi dari zat gizi dan ok­sigen sehingga mampu me­me­ngaruhi fungsi seluruh sel, ja­ringan, dan organ dalam tubuh.

Ketua Kelompok Studi Tiroid Perkumpulan Endokrinologi In­donesia (PERKENI) Prof Jo­han S Masjhur mengatakan, di­ag­nosis disfungsi tiroid, baik hi­potiroid maupun hipertiroid (meng­ha­silkan hormon tiroid ber­lebihan), perlu dilakukan se­jak dini, yaitu melakukan pe­me­riksaan fisik dan tes darah, pe­me­rik­saan laborato­rium, Ul­tra­­so­no­graphy (USG), scan-ti­ro­id dan pengukuran kadar Thy­roid Sti­mulating Hormone (TSH).

Beberapa gejala hipotiroid yang dapat dipahami, seperti mu­­dah lelah, mengantuk, ke­di­ngi­nan, berat badan cenderung ber­tambah walau pola makan wajar dan olahraga teratur, de­presi kons­tipasi, nyeri otot dan sendi, kulit kering bersisik, ram­but dan kuku menipis dan rapuh, penuru­nan libido, serta gang­guan mens­truasi.

Jika masalahnya adalah keku­rangan yodium, maka pemberian garam beryodium merupakan tin­dakan paling murah dan mu­dah. Namun, bila asupan yodium dari makanan tak cukup untuk meng­atasi hipotiroid, la­kukan tindakan medis seperti pembe­dahan, pem­berian sinar radioaktif, atau terapi sulih hormon.

“Hanya 25-50 persen pasien hi­pertiroid yang betul-betul sem­buh sempurna dengan obat.  Me­rupa­kan hal yang lazim atau tidak mengherankan jika ada orang de­ngan gangguan tiroid harus bo­lak-balik ke ke dokter, tergan­tung be­rapa lama ia bisa bertahan de­ngan obat,” kata Prof Johan.

Meskipun penderita kanker ti­roid memiliki harapan hidup yang lebih tinggi dari penyakit kanker lainnya, namun kanker ter­sebut bisa saja muncul kem­bali. Untuk itu, pasien disaran­kan untuk mela­kukan pengobat­an secara rutin.

Namun, gejala yang beragam mulai dari jantung berdebar hing­ga perubahan berat badan. Tak jarang pasien gangguan tiroid harus pergi ke berbagai dokter untuk mengetahui pe­nyakitnya.

“Nodul tiroid ini bisa tunggal atau lebih, kalau ada nodul ini di­periksa apakah ganas atau ti­dak. Jika ganas, maka harus di­lakukan pengangkatan agar tidak berubah menjadi kan­ker tiroid,” ujar Prof Johan. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya