Berita

adhie massardi/ist

GIB: Koruptor Indonesia Pakai Jurus Kepepet...

SELASA, 10 JULI 2012 | 17:39 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

RMOL. Di Jepang, penyakit korupsi diharamkan karena membuat produk mereka tidak kompetitif juga menjadi lebih mahal.

Di Hong Kong, korupsi di lembaga kepolisian membuat masyarakat tidak taat hukum. Akhirnya dibentuk semacam "KPK" yang fokus memberantas korupsi di tubuh kepolisian. Alhasil, masyarakatnya jadi taat kepada polisi karena polisi tidak bisa disuap. Lebih radikal di Republik China, pemberantasan kasus korupsi dilakukan dengan cara hukuman mati.

Di Indonesia, korupsi adalah penyalahgunaan wewenang dan penyelewengan dana dengan berbagai modus. Salah satunya, untuk menghindari vonis penyalahgunaan wewenang, para pelaku di pemerintahan menggunakan waktu yang seolah-olah mendesak, sehingga semua prosedur keluarnya anggaran di bypass.


"Dengan dasar itu jadi tidak ada penyalahgunaan wewenang, contohnya SEA Games. Kasus korupsi impor gula juga dipepetkan dengan waktu, terabas semua UU. Korupsi BBM, Century juga menggunakan modus yang sama," ujar Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie Massardi, dalam diskusi bertajuk "Rezim Kleptokrasi: Dari Skandal Hambalang Sampai Korupsi Kitab Suci" di Rumah Perubahan 2.0, Duta Merlin, Jakarta Pusat, Selasa (10/7).

GIB melihat korupsi di Indonesia merusak moral. Pemberantasannya harus dimulai dari Istana karena sifat masyarakat yang patronistik alias menurut kepada atasan. Saat ini, harapan itu yang sama sekali tak tampak.

"Sekarang korupsi merajalela karena atasannya korup dan tidak bisa disentuh hukum. Seharusnya KPK konsentrasi. Target KPK saja sekarang tidak jelas," ucapnya lagi. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

NATO Turun Gunung Usai Trump Mau Tarik 5 Ribu Pasukan dari Jerman

Minggu, 03 Mei 2026 | 00:03

Komdigi Dorong Sinergi Penegakan Hukum Ruang Digital

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:45

Wamenkeu soal Purbaya Masuk RS: Insya Allah Sehat, Doakan Saja!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:32

Negosiasi Berjalan Buntu, Trump Tuding Iran Tidak Punya Pemimpin Jelas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:19

Pernyataan Amien Rais di Luar Batas Kritik Objektif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:51

Sekolah Tinggi, Disiplin Rendah: Catatan Hardiknas

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:38

Aktivis 98: Pernyataan Amien Rais Tidak Cerminkan Intelektual

Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:18

Wakil Wali Kota Banjarmasin Dinobatkan Sebagai Perempuan Inspiratif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:48

KAI Pasang Pemasangan Palang Pintu Sementara di Perlintasan Jalan Ampera

Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:34

Paguyuban Tak Pernah Ideal, Tapi Harus Berdampak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:52

Selengkapnya