Berita

ilustrasi, Obat Generik Berlogo

Kesehatan

Rakyat Tak Usah Ragu Pilih Obat Generik

Harga Obat Bermerek Melambung Tinggi
MINGGU, 01 JULI 2012 | 08:10 WIB

RMOL.Di tengah melambungnya harga obat bermerek, obat generik bisa jadi pilihan bagi konsumen yang menginginkan obat murah berkualitas. Apalagi, mutu kedua jenis obat ini tidak ada perbedaanya. Sebab, obat generik sudah melalui standarisasi mutu, sehingga masyarakat tidak perlu ragu mengkonsumsinya.

Tapi sayangnya, pangsa pasar obat generik cenderung stagnan, yakni sekitar 10-11 persen di In­do­nesia. Sedangkan volume pen­jualan obat generik membesar. Hal itu dikata­kan Direktur Jen­deral Bina Ke­farmasian dan Alat Kesehatan K­e­menterian Ke­sehatan (Kemenkes) Maura Lin­da Sitanggang.

“Volume penjualan obat ge­nerik terus membesar sekitar 40 persen dari penjualan obat na­sional. Di negara-negara maju, vo­lume pen­jualan obat generik mencapai 80 persen,” ungkap Linda di Jakarta.

Menurut dia, penggunaan obat generik yang kualitasnya sama dengan obat bermerek yang harga­nya jauh lebih mahal, sangat mem­­bantu masyarakat. Sebab, obat ge­nerik sudah melalui stan­d­a­risasi mutu sehingga masyarakat tak perlu ragu meng­kon­sum­si­nya.

“Saya kira masyarakat tidak perlu khawatir, obat generik ti­dak kalah hebatnya dengan obat ber­merek,” tegas Linda.

Head of Marketing and Sales Obat Generik Berlogo (OGB) Dexa Tarcisius T Randy juga me­nyatakan, mutu jenis obat generik tak kalah hebatnya dengan obat ber­merek. Apalagi, biaya pengo­ba­tan saat ini masih terbilang ma­hal dan kerap dikeluhkan pasien. Pa­salnya, obat adalah salah satu komponen terbesar pembiayaan pengobatan sebuah penyakit, yaitu sekitar 30 -35 persen.

“Harga obat generik berlogo (OGB) di pasar obat nasional jauh lebih murah dibandingkan obat asli. Ini bisa dijadikan pilih­an bagi pasien,” kata Tarcisius saat menggelar diskusi media yang bertema ‘OGB Sebagai Cara Hemat Untuk Sehat, di Ja­karta, Kamis (28/6).

Selama ini, sebagian besar ma­syarakat masih menganggap bah­wa mutu OGB jauh berbeda dari obat paten. Padahal, untuk mem­produksi OGB dibutuhkan syarat dan ketentuan tertentu. Tak sem­barangan, hanya perusa­haan yang memiliki standar cara pro­duksi obat yang baik  yang dapat mem­produksinya.

Sekalipun harganya lebih mu­rah dibanding obat bermerek, va­rian obat ini bukan murahan dan tidak berkualitas. Ditambah lagi, katanya, pemerintah berwenang untuk menetapkan harganya.

Dikatakan, sebagian besar ma­syarakat saat ini menilai, OGB  se­makin positif dan lebih me­nge­nal­nya. Bahkan, ma­sya­ra­kat sekarang sudah be­rani m­e­minta obat generik untuk direse­p­kan.

Menurut Randy, beberapa fak­tor yang membuat jenis obat ini jauh lebih murah. Pertama, OGB diproduksi dalam volume yang besar sehingga biaya pro­duksinya lebih kecil. Volume bahan baku dan ke­masan yang digunakan juga berjumlah besar. Harga pem­be­lian bahan bakunya lebih ren­dah di­banding dalam volume kecil.

Ke­dua, OGB didesain seder­hana, tapi kondisi kemasannya te­tap baik (sesuai ketentuan Ba­dan Pe­nga­was Obat Makanan (BPOM), un­tuk menjamin kualitas obat, se­hingga menurunkan biaya kemasan. “Kemasannya lebih sederhana, tidak berwarna-warni dan tetap ber­kualitas,” ujarnya.

Ketiga, obat generik hanya meng-copy obat paten yang su­dah berakhir masa patennya, se­hingga untuk menilai khasiat, keamanan dan kualitas, obat generik tidak diper­lukan lagi uji klinis yang mahal.

Untuk memproduksi obat ge­nerik, katanya, ada beberapa kri­teria yang wajib dipenuhi pro­du­sen obat. Pro­du­sen yang mau mem­produksi OGB harus sudah memiliki Certificate of Authenticity (COA) atau dokumen autentik yang dikeluarkan pihak ber­we­nang, di mana dokumen itu men­jamin kemurnian dan kualitas obat.

Selain itu, setiap produsen OGB juga harus memiliki serti­fikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). “Kami terus ber­upaya mempromosikan bagaima­na masyarakat benar-benar per­caya OGB dan tidak khawatir meng­gunakan OGB,” katanya.

Salah satu upaya PT Dexa Me­dica membangun merek adalah membuat slogan yang berbunyi “OGB Dexa, Segitiga Merahnya, Bikin Hemat”. Pemilihan warna merah adalah agar produk OGB Dexa lebih eye catching, karena obat generik berlogo tidak men­cantumkan merek tertentu, me­lainkan nama generiknya.

Obat generik adalah obat yang bahan aktifnya off patent (masa patennya 20-25 tahun habis). Setelah masa paten berakhir dan tidak diperpanjang pemilik paten, produsen farmasi umumnya mau membuat obat yang off patent ters­ebut. Kini, obat murah ini men­jadi pilihan di berbagai ru­mah sakit pemerintah, bahkan ru­mah sakit swasta sekalipun. Wa­lau banyak yang meremehkan kua­litasnya, produsen obat yakin peluang ini makin besar.

Pada dasarnya, obat generik di­kelompokkan menjadi dua, yakni obat generik berlogo dan obat ge­nerik bermerek. OGB adalah obat yang tidak memiliki merek da­gang dan menggunakan zat ak­tifnya sebagai nama produk. Mi­salnya, parasetamol.

Rangkaian OGB saat ini sa­ngat lengkap untuk berbagai pe­nyakit mulai dari obat antinyeri dan in­fla­ma­si, antihipertensi, anti­bio­tika, anti­­jamur, antihis­tamin, kon­tiks­te­roid, antikoles­terol, dan lainnya. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya