Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

96 Juta Orang Miskin Bakal Ter-cover Kesehatan

JUMAT, 29 JUNI 2012 | 08:14 WIB

RMOL.DIRUT PT Askes (Per­sero) I Gede Subawa me­nga­takan, akan mem­bangun pe­layanan primer dengan me­nam­bah sejum­lah dokter umum yang akan di­tem­­pat­kan di Puskes­mas. Gede khawatir, jika pelaya­nan primer ti­dak berjalan baik, akan mem­pe­ng­a­ruhi sis­tem jami­nan sosial ke de­pan.

“Pelayanan primer akan segera dibenahi agar masyarakat dapat berobat dengan murah dan aman dalam menjaga kesehatan,” janji Gede dalam acara dialog inter­aktif terkait Badan Pe­ny­eleng­gara Jaminan Sosial (BPJS) da­lam menopang pelayan primer di Jakarta, Selasa (26/6).

Pada 2014, pemerintah meng­upayakan minimal 40 persen atau sekitar 96 juta orang ter­miskin di Indonesia akan ter-co­ver per­lin­dungan kesehatan.

“Kalau sekarang baru 76,4 ju­ta yang ditanggung oleh Jamkes­mas dan anggaran yang disiap­kan Rp 700 miliar lebih, dan bisa terus naik hingga Rp 3 triliun. Ang­ga­ran ini akan digunakan un­­­­tuk pe­nguatan infrastruktur pe­­layanan kesehatan, seperti pem­ba­ngunan puskesmas, ru­mah sakit, penam­bahan tempat ti­­dur dan lainnya,” paparnya.

Perusahaan asuransi milik ne­gara ini memiliki target untuk mem­prioritaskan satu bed untuk 1.000 pasien. “Sekarang baru ada 114 ribu bed, sedangkan ada 237 juta jiwa orang Indonesia. Arti­nya, ma­sih butuh 123 ribu bed,” jelas­nya.

Ketua Bidang Pengembangan Sistem Pelayanan Kedokteran Ter­padu dari Pengurus Besar Ika­tan Dokter Indonesia (IDI) Dr Ga­tot Soetono MPH mengaku, telah menyiapkan tenaga kese­hatan yang siap melayani BPJS. Dalam setahun, ada sekira 5.000 dokter yang dicetak oleh 72 Fa­kul­tas Kedokteran yang ada di sel­uruh Indonesia.

“Untuk mendukung kelancaran BPJS, dokter umum sebaiknya diberikan beasiswa, khususnya para dokter yang bertugas di dae­rah tertinggal dan Indonesia timur, perbatasan dan kepulauan agar kualitas mereka tidak dira­gu­kan. Para dokter harus ikut uji kom­pe­tensi nasional untuk bisa men­da­patkan Surat Tanda Re­gis­trasi untuk bisa praktik,” imbuh Gatot.

Para  pakar ke­sehatan juga men­desak pemerintah me­masukkan pelayanan kese­ha­tan primer ke sistem pendidikan ke­dok­teran. Sehingga dokter-dokter baru da­pat terlatih sebagai dokter pe­layanan kesehatan pri­mer di pus­kesmas atau di klinik-kli­nik.

“Dokter umum dan keluarga merupakan yang terpenting se­bagai pelayanan kesehatan pri­mer dan pelayanan ini harus segera dibangun,” ujar Gatot. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya