Berita

papua/ist

Benturan Antropologis Memiliki Peran Sehingga Pembangunan di Papua Terhambat

RABU, 27 JUNI 2012 | 23:31 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

RMOL. Benturan antropologis memiliki peran sehingga menyebabkan pembangunan di Papua terhambat.

Demikian disampaikan Direktur Riset Ekonomi dan Keuangan Sabang-Merauke Circle, Perdana Wahyu Sentosa dalam diskusi bertajuk 'Arah Politik Nasionalisme Papua' yang diadakan di Hotel Aston Rasuna, Kuningan, Rabu (27/6).

"Benturan antropologis sangat berbeda antara Jakarta-Papua. Ketika orang Jakarta berpikir A maka orang Papua berpikir B," kata Perdana.


Penyaluran dana otsus dan Freeport masih berkontribusi segala aspek di Papua. "Masalahnya adalah hasil otsus dibikin pasar, tapi mereka tidak biasa dagang di gedung, semua yang dibangun oleh otsus itu dijual kepada pendatang," terang Perdana.

Menurutnya, untuk menyelesaikan masalah di Papua dalam upaya mempercepat pembangunan, harus dilakukan dialog yang bermartabat.

"Pemerintah tidak perlu takut, OPM juga tidak perlu meningkatkan tensi, semua demi kebaikan bersama," tandasnya. [arp]

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya