Berita

ilustrasi

Setelah Anas Diperiksa, Siapa Jadi Tersangka?

RABU, 27 JUNI 2012 | 00:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan segera menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan pusat olahraga di Hambalang, Bogor. Kabarnya, nama tersangka tersebut sudah dikantongi KPK.

Untuk mengungkap korupsi Hambalang, KPK sendiri sampai saat ini sudah memeriksa sekitar seratusan orang. Diantaranya, mantan Kepala BPN, Joyo Winoto, politisi Demokrat Ignaitius Mulyono, Munadi Herlambang, Angelina Sondakh, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M, Nazaruddin, dan istri Anas Urbaningrum, Atthiyah Laila. Selain itu, KPK juga sudah memeriksa pejabat tinggi PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya, dua BUMN pelaksana proyek senilai Rp 2,5 triliun ini.

Sementara untuk mendalami aliran dana Hambalang ke kongres Partai Demokrat di Bandung dua tahun lalu, KPK sudah memeriksa mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bualemo, Gorontalo, Ismiyati. Dalam kasus ini, KPK juga sudah berkali-kali memeriksa Mindo Rosalina Manullang dan Yulianis, mantan orang penting di Permai Group.


Siapa yang akan ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK? Beredar kabar, nama tersangka akan diumumkan KPK tak lama setelah pemeriksaan terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dilakukan nanti.

Ketua KPK Abraham Samad memastikan pemeriksaan terhadap Anas akan dilakukan pukul 09.30 pagi ini. Anas akan diperiksa penyidik KPK sebagai saksi. Abraham juga mengatakan akan memanggil ulang Anas kalau besok dia tidak hadir.

Anas sendiri saat ini tengah mengunjungi daerah. Agendanya bahkan sampai Kamis lusa (28/6). Tapi, Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Saan Mustopa memastikan Anas akan memenuhi panggilan KPK pagi ini.

Sekitar pukul 20.30 malam tadi, Anas dikabarkan tengah berada di Bandara Djuanda, Surabaya untuk melakukan perjalanan. Apakah Anas akan melakukan perjalanan ke Jakarta? Entahlah.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya