Berita

ilustrasi, Epilepsi

Kesehatan

93 Persen Wanita Epilepsi Bisa Melahirkan Normal

Asal Rajin Kontrol Ke Dokter
JUMAT, 22 JUNI 2012 | 08:13 WIB

RMOL.Penyakit epilepsi atau ayan merupakan gejala yang bisa menimpa siapa saja, mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa, termasuk perempuan hamil.

Risiko perempuan hamil pe­nyan­­dang epilepsi, bisa terkena komplikasi obstetrik lebih tinggi dibandingkan perempuan sehat. Namun, perempuan hamil pe­nyan­­dang epilepsi dapat mela­hir­kan anak normal dan memiliki janin yang sehat sepanjang itu bisa dikontrol dengan baik.

Hal itu dikatakan Ketua Ke­lom­pok Studi Epilepsi Per­him­punan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Kurnia Kusumastuti dalam seminar Epilepsi pada Anak, Penyakit Penyerta dan Persiapan Penyandang Epilepsi Wanita dalam Menghadapi Pe­rubahan Hormonal di Jakarta, Kamis (14/6).

Ia mengatakan, risiko perem­puan hamil penyandang epilep­si dapat meningkat 23-30 per­sen, akibat perubahan hormo­nal dan bisa menyebabkan kon­traksi uterus pada ibu hamil, se­hingga bayi lahir prematur.

Saat terjadi bangkitan (kejang), pembuluh darah akan menyempit sehingga asupan oksigen pada janin ber­kurang drastis. Aki­batnya, janin bisa mengalami as­fiksia (bayi tidak dapat berna­pas secara spon­tan dan teratur).

“Namun, perempuan hamil pe­nyandang epilepsi tidak perlu khawatir dan resah karena ibu hamil dapat melahirkan secara normal,” kata Kurnia.

Ber­dasarkan data dari dr Kur­nia, lebih dari 93 persen perem­puan epi­lepsi bisa melahirkan dengan normal, bukan operasi. Sya­ratnya, rajin kontrol ke dok­ter dan meng­konsumsi obat antiepi­lepsi (OAE) selama hamil sampai persalinan.

Saat mengontrol bangkitan, dokter harus memperhatikan kondisi janin. Bangkitan yang tidak terkontrol bisa berakibat fa­tal. Sebaliknya konsumsi OAE yang berlebihan juga dapat ber­pengaruh pada buruknya janin.

“Perempuan hamil penyan­dang epilepsi disarankan mela­kukan persalinan di rumah sakit atau klinik yang memiliki fa­si­litas perawatan epilepsi dan unit perawatan intensif bayi yang baik dengan pengontrolan dokt­er ,” saran Kurnia.

Selain itu, lanjutnya, perem­puan hamil dengan epilepsi tetap harus memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada bayinya. Meski kon­sumsi OAE keluar lewat ASI, umumnya tidak menimbulkan masalah. Namun, jika bayi me­ngan­tuk terus, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Kurnia berpendapat, bayi yang dilahirkan dari ibu yang men­de­rita epilepsi tidak perlu dikha­watirkan akan terkena penyakit tersebut. Pasalnya, gen yang di­tu­runkan tergolong kecil dan belum tentu berkembang menja­di epi­lepsi, karena epilepsi bu­kan pe­nyakit turunan.

Kepala Divisi Neurologi Anak Fakultas Kedokteran Uni­versitas Indonesia (FK-UI) dr Dwi Putro Widodo menam­bah­­kan, bayi yang lahir pre­matur dan anak autisme lebih be­r­isiko lebih tinggi untuk me­­nyan­dang epi­lepsi.

“Karena anak-anak dengan kondisi tersebut risiko kelainan di otak lebih besar, sehingga ri­siko epilepsi juga lebih besar. Ta­pi ma­kin tua usianya, kemung­kinan un­tuk penyandang epilepsi se­makin kecil,” jelasnya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya