Berita

KPK Harus Contoh Lembaga Anti-Korupsi Thailand

SELASA, 12 JUNI 2012 | 16:33 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

RMOL. Kasus korupsi memang menjadi momok bagi Indonesia.  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun dibentuk agar bisa memberantasnya.

Namun, selama empat tahun belakangan ini, KPK sudah memejahijaukan sekitar 20 ribu tersangka. Hal ini menunjukan KPK gagal dalam menangani kasus korupsi.

Demikian disampaikan mantan Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung Khairul Umam saat menjadi pembicara diskusi KPK Sebaiknya Fokus pada Kasus-kasus ‘Kakap’ di Rumah Perubahan 2.0 di Kompleks Pertokoan Duta Merlin, Jakarta Pusat, Selasa (12/6).

Menurutnya memang, KPK tidak akan bisa menangani seluruh kasus korupsi yang ada di Indonesia. Tapi bisa melakukan tindakan pencegahan korupsi.

Pencegahan inilah yang difokuskan oleh KPK-nya Thailand. Di sana, lembaga anti korupsi negara gajah putih bekerja sama dengan pemerhati anak dan para seniman untuk mencegah korupsi.

"Mereka bikin komik tentang buruknya korupsi untuk anak-anak. Jadi dari kecil sudah ditanamkan kalau korupsi itu jelek. Kalau KPK bisa melakukan tindakan preventif seperti itu, saya yakin kasus korupsi di Indonesia bisa cepat usai," tuturnya. [zul]


Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya