Berita

a bakir ihsan/ist

Partai Nasdem Hambat Rekrutmen Politik Berkualitas

SENIN, 11 JUNI 2012 | 01:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, A Bakir Ihsan, menilai, langkah partai Nasdem memodali tiap calegnya sebesar Rp10 miliar semakin memperkuat terjadinya politik uang di negeri ini. Asumsinya, politik tidak akan koruptif bila tidak dibebani kepentingan uang.
 
"Padahal yang kita lihat, mereka yang terlibat korupsi juga beruang. Mereka korupsi karena rakus, terus merasa kurang. Problem korupsi lebih pada integritas diri yang sama sekali tak bisa diukur dengan materi atau uang," kata Bakir kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 10/6).
 
Ditambahkan, langkah Nasdem tersebut bisa menghambat rekrutmen politik partai yang berkualitas, karena landasannya dipijakkan lebih kepada uang. Motivasi berpolitik terarah lebih pada orientasi kuantitatif (uang) yang menggiurkan daripada orientasi kualitatif (integritas atau kompetensi).
 

 
"Ini akan merusak mekanisme rekrutmen politik yang selama ini memang sudah rusak. Sejatinya sebagai partai baru yang secara popularitas cukup baik, Nasdem bisa memberi warna baru. Tapi dengan langkah ini, Nasdem tak ada beda dengan partai yang ada selama ini dengan segala cacat yang dikandungnya," imbuh Bakir.
 
"Nasdem melihat integritas diri politisi bisa diselesaikan dengan uang. Sebuah logika simplistis sekaligus bisa menyesatkan arah politik yang sejatinya agung," imbuh Bakir lagi.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya