Berita

ilustrasi

ANCAMAN KRISIS EROPA

Pemerintah Diminta Andalkan Pasar Dalam Negeri

KAMIS, 07 JUNI 2012 | 19:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) meminta pemerintah lebih mengandalkan pasar dalam negeri untuk menghadapi krisis global yang melanda Eropa.

"Indonesia harus mengandalkan pasar domestik. Pasar kita terbukti tetap kondusif meskipun krisis melanda pasar global," ujar Ketua Umum Hipmi Raja Sapta Oktohari dalam keterangan resminya terkait persiapan HUT Hipmi yang ke 40 (Kamis, 7/6).

Menurut dia, dengan adanya perlambatan ekonomi dunia, Indonesia seharusnya bisa memanfaatkan kekuatan dalam negeri. Jadi, investasi di Indonesia jangan hanya mengandalkan Foreign Direct Investment (FDI) saja.


Ia mengatakan, saat ini banyak dana yang mengganggur di perbankan Indonesia. Seharusnya, dana tersebut disalurkan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur dan padat karya. Jika itu bisa dilakukan, Indonesia akan bisa melewati berbagai krisis ekonomi. "Bahkan, Indonesia bisa menjadi salah satu pilar ekonomi dunia."

Selain itu, pemerintah juga diminta untuk meningkatkan kinerja perekonomian nasional. Hal ini untuk menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015. Sebaliknya, jika itu tidak dilakukan, maka Indonesia hanya akan menjadi pasar bagi produk dari negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.

"Tantangan menghadapi AEC 2015 tidak ringan. Ketersedian dan kualitas infrastruktur baik di bidang logistik, energi, listrik dan konektivitas perlu ditingkatkan," kata Okto.

Menurut dia, peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya produksi perlu terus dilakukan untuk meningkatkan daya saing ekonomi. Untuk meningkatkan daya saing, kata Okto, tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah, tapi harus melibatkan swasta.

"Peran swasta dan pemerintah memang memiliki peran yang berbeda, tapi tujuannya sama untuk daya saing. Swasta fokus terhadap pembenahan kualitas produksi. Sehingga produk dan jasa yang dihasilkan bisa mempunyai daya saing dengan negara Asean lainnya," imbuh dia.

Sebelumnya, Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Harry Warganegara mengungkapkan, kegiatan pungli setahun bisa mencapai Rp25 triliun. Angka itu, berdasarkan hitungan Hipmi pada 2010 berdasarkan jumlah kendaraan logistik.

"Untuk 2011 tentu lebih besar lagi seiring dengan pertambahan jumlah kendaraan logistik," katanya.

Harry mengatakan, saat ini biaya logistik mencapai 20 persen dari biaya cost produksi barang. Padahal, kalau angka tersebut bisa ditekan lagi akan mendukung daya saing produk dalam negeri.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya