Berita

saleh daulay/ist

Ingat, Pemerintah SBY Bisa Disebut Berhasil Perangi Korupsi kalau Century Terbongkar

KAMIS, 31 MEI 2012 | 15:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Penyelesaian kasus bailout Bank Century masih berhenti pada wacana dan retorika. Sampai sejauh ini, aktor intelektual dan pelaku utamanya belum ditangkap, bahkan belum terungkap.

Padahal, hampir semua lembaga penegak hukum, mulai dari KPK, kepolisian, dan kejaksaan mengaku telah bekerja untuk menuntaskan kasus ini. Tak hanya itu, DPR juga membentuk Timwas untuk mengawasi penanganan kasus tersebut.

"Sangat mengherankan bila kasus ini tidak bisa dituntaskan. Bayangkan, sudah hampir tiga tahun mereka bekerja, namun hasilnya tidak memuaskan. Dua tahun lagi rezim berganti. Sementara belum ada tanda-tanda kasus ini akan selesai," ungkap Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh P. Daulay, kepada Rakyat Merdeka Online hari ini (Kamis, 31/5).

Yang lebih mengecewakan, lanjut Saleh, ada kesan bahwa kasus Century sengaja diwacanakan terus-menerus hanya untuk kepentingan politik orang-orang tertentu. Bila isu politik yang lain lagi hangat, isu Century didinginkan. Sementara kalau tidak ada isu politik lain, isu Century kembali diwacanakan.

"Pola penegakan hukum model wacana dan retorika pasti tidak akan berhasil. Padahal, uang negara sudah banyak dihabiskan untuk membentuk pansus, timwas, dan juga rapat-rapat yang menyertainya," demikian Saleh menambahkan.

Karena itu, lanjut Saleh, pemerintah, DPR, dan aparat penegak hukum harus segera menuntaskan kasus century ini. Salah satu indikasi pemerintahan SBY-Boediono dikatakan berhasil memerangi korupsi bila kasus ini dapat dituntaskan. [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya