Berita

ISTIMEWA

Respon Karang Taruna Elitis Kepala Desa se-Nusantara Bentuk Karsa Nusantara

RABU, 30 MEI 2012 | 21:27 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pengembangan generasi muda terutama di desa-desa belum berjalan dengan baik. Organisasi sosial wadah pengembangan generasi muda atau dikenal dengan sebutan karang taruna, yang ada saat ini sangat elitis dan bergerak hanya di kota-kota.

Menjawab kondisi itu, kepala desa se-nusantara yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Desa (Parade) Nusantara membentuk Karang Taruna Desa (Karsa) Nusantara. Tantan Taufik Lubis, mahasiswa pasca sarjana Universitas Tri Sakti, didapuk sebagai ketua umum, Ahmad Bahtiar sebagai Sekjend dan Tunggul B. Himawan sebagai bendahara dewan pimpinan pusat (DPP) Karsa Nusantara.

"Kami murni lahir dari perut rakyat, dibentuk oleh kepala desa yang dipilih langsung oleh rakyat. Karang taruna yang lama dibentuk oleh pemerintah Orde Baru dan dibiayai oleh negara. Kita mandiri," kata Tantan, sapaan akrab dia, kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 30/5).


Pengukuhan dan pelantikan pengurus DPP Karsa Nusantara dilakukan kemarin di sela-sela Munas Parade Nusantara di Desa Wisata, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Jajaran pengurus dikukuhkan langsung oleh Ketua Parade Nusantara, Sudir Santoso. Turut hadir dalam pengukuhan, Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso dan tokoh perubahan DR Rizal Ramli.

"Afiliasi politik kita mandiri. Kita diisi kaum muda dari multi partai," kata Tantan.

Dalam beberapa hari ke depan, kata dia, karang taruna yang diperkuat sejumlah eksponen kelompok Cipayung ini akan melantik kepengurusan di tingkat wilayah dan menyiapkan infrastruktur lainnya di tingkat akar rumput guna mensolidkan organisasi. Eksponen kelompok Cipayung yang memperkuat Karsa Nusantara antara lain, Hasrul Harahap (PBHMI), Sahrial Effendi (PBHMI), Andi M Yusuf (IMM), Wahyuni Refi (GMNI), Indah (PMII), Hanli Raharja (Mahasiswa Budha).

"Karsa Nusantara adalah sayap Parade Nusantara," imbuh dia.[dem]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya