Berita

Dunia

TRAGEDI HOULA

Teman Dekat Suriah Balik Badan

SELASA, 29 MEI 2012 | 09:54 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

RMOL. Rusia, rekan dekat Suriah, menyebut pemerintah Suriah ikut bertanggungjawab atas pembantaian warga sipil di kota Houla, Suriah Tengah, yang menewaskan lebih dari 100 orang.

Demikian dikatakan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, di saat Liga Arab dan PBB mengutus Kofi Annan yang telah tiba di Damaskus untuk berbicara perwujudan rencana enam poin perdamaian. Mantan Sekjen PBB itu menyerukan kepada "setiap orang yang memegang senjata" di Suriah untuk meletakkannya.

"Saya datang ke Suriah pada saat paling kritis. Saya sendiri kaget dan ngeri dengan kejadian tragis di Houla," ujar Kofi Annan sesaat setelah kedatangannya di Damaskus, dikutip dari kantor berita BBC.


Dalam konferensi pers gabungan dengan Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, di Moskow, Lavrov menyatakan bahwa Rusia sangat prihatin atas pembantaian di Houla.

"Kita berhadapan dengan situasi di mana kedua belah pihak (pemberontak dan pemerintah) mempunyai andil atas kematian orang yang tidak bersalah," ujar Lavrov.

"Tidak diragukan lagi jika pemerintah menggunakan artileri dan tank bajanya, dan ini telah dilaporkan oleh pengamat PBB yang mengunjungi tempat kejadian," lanjutnya.

"Kami tidak mendukung pemerintahan Suriah. Kami mendukung rencana (perdamaian) Kofi Annan," tegasnya mengutarakan sikap resmi.

Rusia merupakan rekan dekat Suriah. Para analis menyatakan keterkejutannya atas dukungan Rusia terhadap kecaman atas tragedi Houla, karena sebelumnya Rusia dinilai enggan menyalahkan tragedi kematian di Suriah kepada rezim Bashar Assad.

Pada Senin lalu juga dilaporkan bahwa China pun sepakat dengan sikap Dewan Keamanan PBB, mengutuk aksi biadab di Houla. [ald]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya