Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

Satu Orang di Dunia Meninggal Tiap Enam Detik

MINGGU, 27 MEI 2012 | 08:04 WIB

RMOL.Ahli penyakit jantung dari De­partemen Cardiology Fakultas Kedokteran Universitas Indo­nesia (FKUI) Dr dr Yoga Yuniadi me­nga­­takan, pasien yang ter­di­agnosa Fibrilasi Atrium (FA) atau detak jantung yang tidak teratur, da­pat dice­gah dengan meng­kon­sumsi obat antikoagulan seperti warfarin.

Meski efektif, warfarin ini me­miliki risiko menimbulkan kom­plikasi berupa pendarahan, se­hingga dibutuhkan pengawasan ketat dari dokter dalam  peng­gunaan obat tersebut.

“Pengawasan dokter dalam pengobatan penderita FA sangat penting agar proses pe­nyem­bu­han­nya lebih baik,” saran Yoga.

Dia menjelaskan, penyakit stro­ke adalah gangguan fungsi saraf yang terjadi mendadak aki­bat pasokan darah ke suatu ba­gian otak sehingga peredaran darah ke otak terganggu.

“Kurangnya aliran darah dan oksigen bisa merusakkan atau mematikan sel-sel saraf di otak sehingga menyebabkan kelum­puhan anggota gerak, gangguan bicara, penurunan kesadaran bah­kan kematian pada jaringan otak,” terangnya.

Menurut Yoga, stroke merupa­kan pe­nyebab kematian tertinggi untuk kategori penyakit tidak me­nular dimana diper­kirakan satu orang di dunia me­ninggal tiap enam detik karena stroke atau hampir enam juta orang per tahun.

Head Education And Research Division, National Car­di­o­vas­cu­lar Center RS Harapan Kita Ja­karta dr. Rinambaan Willem Ma­mentu Kaligis menambahkan, pengawasan obat warfarin sangat perlu karena obat itu memiliki sifat kontradiksi dengan obat-obatan lain ketika dicerna.

Selain itu, kata Rinamban, pa­sien dibatasi mengkonsumsi ma­kanan yang me­ngandung vitamin K seperti ba­nyak pada sayuran mengingat war­farin adalah an­tagonis vita­min K padahal sa­yuran dibu­tuhkan tubuh. Tapi karena sulit dikontrol, darah bisa terlalu encer yang be­risiko pen­darahan ataupun terlalu kental yang meningkatkan risiko stroke.

Ia membeberkan, sebuah studi global Rivaroxaban Once daily oral direct Factor Xa inhibition Compared with vitamin K anta­gonism for prevention of stroke and Embolism Trial in Atrial Fibriilation (Rocket AF) mem­bandingkan antara penggunaan obat anti pembekuan darah war­farin dengan obat sejenisnya, yaitu rivaroxaban dalam pe­nang­gulangan stroke.

Studi tersebut menunjukan, rivaroxaban terbukti lebih baik dalam mengurangi terjadinya stroke pada pasien FA dengan penekanan risiko pendarahan fatal dan pendarahan intrakar­nial yang lebih rendah.

“Dengan adanya temuan ter­sebut, memberi pilihan baru bagi pasien FA untuk mencegah terja­dinya stroke dengan pengobatan lebih efektif dan lebih aman,” ujar mRinamban. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya