Berita

Syarief Hasan/ist

Tahun 2014, Kemenkop Canangkan 100 Ribu Koperasi Modern

RABU, 23 MEI 2012 | 23:21 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Pemerintah akan canangkan 100 ribu koperasi modern di Indonesia sampai 2014. Melalui Menteri Koperasi dan UKM telah menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Direktur Utama PT Telkom.

Menurut Menkop dan UKM Syarief Hasan, pemerintah mencanangkan koperasi modern atau koperasi yang didukung piranti komputer guna mengoperasikan aplikasi online.

"Ini semangat Kementerian Koperasi dan UKM, dengan harapan ada sinergitas antara pusat dan daerah serta stake holder yang lain dalam mengembangkan koperasi modern hingga mampu meraih sertifikat internasional," kata  Syarief Hasan saat membuka Festival Koperasi Internasional atau International Year of Cooperatives (IYC) Indonesia, di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (23/5).


Menurut Syarief, untuk menghasilkan koperasi yang terdaftar di tingkat internasional maka pengelolaan koperasi tersebut harus transparan secara global, dan telah mengimplementasikan teknologi.

"Kalau pengelolaannya sudah transparan secara global dan ada penggunaan teknologi maka koperasi itu akan dapat bersertifikasi internasional," ujarnya.

Pemerintah melalui Kemenkop dan UKM mengupayakan sedikitnya empat Koperasi Indonesia dapat bersertifikat internasional pada 2012.

"Pada 2012 ini diupayakan dari 188.181 unit koperasi di Indonesia, paling tidak empat di antaranya dapat bersertifikat internasional," kata Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan,

Peringatan IYC 2012 sendiri, merupakan kegiatan pertama di Indonesia, semenjak Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengeluarkan resolusi Nomor A/RES/65/184, yang mengundang seluruh negara untuk turut serta dalam aksi peringatan Festival Koperasi Internasional atau IYC 2012.

Resolusi PBB Nomor A/RES/65/184 itu merupakan tindak lanjut dari Resolusi PBB Nomor A/RES/64/136 tentang Penetapan Tahun 2012 sebagai IYC.

PBB mendorong dan mempromosikan serta meningkatkan kesadaran tentang kontribusi koperasi terhadap pengembangan sosial dan ekonomi.[mar]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya