Berita

Ingat, Kisruh DPT juga Terjadi pada Pilgub Jakarta 2007 lalu

SENIN, 21 MEI 2012 | 09:33 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kisruh Daftar Pemillih Tetap (DPT) bukan cuma terjadi pada pelaksanaan pemilihan kepala daerah DKI Jakarta, yang dihelat Juli  nanti. Kejadian serupa, sudah berlangsung ratusan kali di setiap pelaksanaan pilkada. Bahkan juga dalam pemilihan presiden dan pemilihan legislatif, persoalan DPT ini juga mengemuka.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Cyrus Network Hasan Nasbi kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 21/5) terkait temuan Pusat Pergerakan Pemuda Indonesia (P3I) bahwa setidaknya ada 1,4 juta pemilih fiktif (ghost voters) dikhawatirkan akan berpartisipasi dalam Pilkada DKI Jakarta yang akan digelar Juli mendatang.Sebab, 1,4 juta pemilih fiktif masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS).

"Jakarta sendiri sudah mengalaminya untuk kali kedua," jelas Hasan menguatkan.

Sebab pemilihan gubernur Jakarta tahun 2007 lalu juga muncul kisruh serupa. Pusat Kajian Politik (Puskapol) FISIP Universitas Indonesia dan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) waktu itu mencatat bahwa ada 20-23 persen pemilih DKI yang tidak terdaftar.

"Posisi mereka digantikan oleh pemilih yang terdaftar lebih dari satu kali (pemilih ganda) dan pemilih fiktif atau orang yang masuk dalam daftar pemilih, sementara ketika dicari di alamat yang bersangkutan, mereka sudah tidak ada lagi," tandas Hasan.

Pada pilgub tahun 2007 itu, pasangan Fauzi Bowo-Prijanto mengalahkan pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar. Karena itu, Fauzi Bowo yang sebelumnya menjadi wakil gubernur naik menjadi orang nomor 1 di Ibukota menggantikan Sutiyoso. [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya