Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

Waspadai Infeksi Nosokomial di RS

MINGGU, 20 MEI 2012 | 08:06 WIB

RMOL.Rumah sakit sebaiknya mela­kukan pemeriksaan mikrobiologi agar tetap bebas dari bahaya infeksi nosokomial. Penyebaran in­feksi nosokomial seharusnya dapat dikendalikan untuk men­cegah kejadian luar biasa (KLB).

Penyebaran infeksi nosokomial bisa terjadi dalam kurun 48-72 jam setelah pasien dirawat di RS. Infeksi jenis ini sebenarnya tidak hanya terjadi pada pasien saja, melainkan juga dapat dialami semua tenaga kesehatan dan pengunjung rumah sakit.

“Infeksi di rumah sakit harus dapat dikendalikan karena beri­siko terjadinya KLB bahkan ke­matian,” ujar Dekan Fakultas Uni­versitas Indonesia Ratna Si­tompul saat diskusi bertajuk “Pe­nyebaran Infeksi di Rumah Sakit Harus Dikendalikan” di Ruang Seminar Departemen Mikro­bi­ologi FKUI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, infeksi noso­komial juga dapat mengakibatkan masa perawatan yang lebih lama dan bi­a­ya perawatannya pun le­bih mahal. Dijelaskannya, infeksi di rumah sa­kit dapat bersumber dari atau me­nyebar lewat pasien, tenaga kese­hatan, pengunjung, peralatan, ma­­kanan atau mi­numan, lingku­ngan rumah sakit atau tindakan tertentu.

“Tahun 2002, infeksi noso­komial diidentifikasi oleh WHO sebagai infeksi yang didapat pa­sien selama perawatan di rumah sakit atau pelayanan kesehatan lainnya,” ujar Ratna.

Selama ini, infeksi nosokomial yang sering dilaporkan di ber­bagai negara adalah infeksi sa­luran kemih, saluran nafas ba­wah, daerah operasi, serta aliran darah.

“Infeksi di organ atau sistem tubuh juga dapat terjadi,” ujar Ratna.

Karena itu, Ratna meminta setiap rumah sakit punya Panitia Pengendali Infeksi (PPI) guna melakukan surveilans infeksi nosokomial dan pencegahan in­feksi nosokomial.

Kepanitiaannya meliputi kli­nis, ahli mikrobiologi, perawat, ahli farmasi, bagian sterilisasi, kebersihan, laundry, dapur dan limbah. Salah satu aspek yang harus diperhatikan untuk pen­cegahan infesi nosokomial adalah pengendalian lingkungan.

Menanggapi hal tersebut, Se­kre­taris Jenderal Kementerian Kese­hatan (Kemenkes) Ratna Rosita mengatakan, masalah kesehatan yang  dialami bangsa Indonesia sangat besar, luas dan kompleks. Pe­nyebabnya memer­lukan upaya pen­cegahan dan penanggulangannya melibatkan seluruh komponen.

“Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak semata-mata ditentukan oleh hasil kerja keras sektor kesehatan (Kemenkes) saja, tetapi sangat dipengaruhi oleh kerja keras serta kontribusi dari berbagai pihak,” ungkapnya kepada Rakyat Merdeka.

Kendati begitu,Ia menyadari ak­ses pelayanan kesehatan yang be­lum merata serta masih terba­tasnya sarana pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan. Selain itu, faktor perilaku dan lingkungan meru­pa­kan penyebab masalah kesehatan yang timbul selama ini. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya