Berita

fauzi bowo/ist

Fauzi Bowo Cari-cari Kesalahan Kandidat Lain karena Tak Percaya Diri!

SELASA, 15 MEI 2012 | 10:38 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Tim Sukses Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) memang berhak mengadukan jagoan PDIP-Gerindra Joko Widodo-Basuki T. Purnama ke Panwaslu karena menilai penayangan keduanya bersama Ketua Dewan Pembina Gerindra Letjen (Purn) Prabowo Subianto di salah satu stasiun televisi swasta nasional melanggar aturan. Sebab saat ini bukan masa kampanye.

"Aturan memfasilitasi pelaporan seperti itu," kata Direktur Eksekutif Hasan Nasbi kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 15/5).

Tapi, atas pelaporan itu, yang paling menarik buat Hasan untuk disorot adalah psikologis Fauzi Bowo. Sebagai calon incumbent, Fauzi Bowo harusnya merasa di atas angin karena memiliki jejaring birokrasi yang tak mungkin ditandingi kandidat manapun. Apalagi dari sisi biaya kampanye, tampak sekali jagoan Partai Demokrat ini yang paling siap.

"Namun secara mental dan moral, tampak sekali Foke (panggilan Fauzi Bowo) dan tim berperilaku seperti penantang yang nggak pede," jelas Hasan.

Hal ini tampak dari statemen-statemen Fauzi Bowo yang seringkali secara tegas menyerang kandidat lain. Misalnya, pada Sabtu dua pekan lalu (5/5), Fauzi menegaskan, bahwa tak ada tempat buat baju kotak-kotak di Jakarta. Baju kotak-kotak adalah baju 'seragam resmi' Jokowi-Ahok. "Atau seperti saat ini (kubu Fauzi) melaporkan Jokowi ke Panwaslu," jelasnya.

Apa yang dilakukan Fauzi Bowo itu tampaknya memang dimaklumi sebagai akibat ketidakpercayaan dirinya. Karena, kata Hasan berteori, orang yang merasa tidak percaya diri akan cenderung tampil ofensif, menyerang dan mencari-mencari kelemahan lawan. [zul]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya