Berita

ilustrasi/ist

KNKT Pastikan Kotak Hitam Dianalisa di Indonesia

SENIN, 14 MEI 2012 | 15:18 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

RMOL. Bila sudah ditemukan black box atau kotak hitam yang merekam percakapan, suara, dan navigasi di detik-detik terakhir kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet-100 akan dibawa ke laboratorium Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Demikian disampaikan Komite Penelitian Kecelakaan Tranportasi Udara KNKT, Masruri, di Media Center, lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta (Senin, 14/5).

Menurut Masruri, bila kotak tersebut rusak dan memorinya tidak mungkin bisa langsung dibaca maka akan diperiksa dulu di pabrik pembuat kotak hitam tersebut. Pabrik pembuatnyalah yang kemudian yang akan memproses untuk bisa membaca memorinya.


Terkait dengan pemerintaan pihak Rusia agar analisa terhadap kotak hitam dilakukan di Rusia, ungkap Masruri, dengan tegas Indonesia akan menolaknya. Sebab di Indonesia lah tempat terjadinya kecelakaan tersebut.

"Indonesia yang akan menginvesatagi agar lebih obyektif," demikian Masruri. [ysa]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya