Berita

ist

19 Tahun Marsinah Dibunuh, Pemerintah Kemana?

SENIN, 07 MEI 2012 | 15:21 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

RMOL. Kasus pelanggaran HAM dan kekerasan terhadap Marsinah yang sudah terbengkalai selama 19 tahun jadi PR besar pemerintahan saat ini.

Demikian disampaikan jurubicara Komunitas Perempuan Mahardika, Vivi Widyawati. Besok adalah tepat 19 tahun buruh Marsinah dibunuh dan mayatnya ditemukan pada 9 Mei 1993. Jasad Marsinah ditemukan setelah hilang pada 5 Mei. Pembunuhannya diduga kuat karena terlibat aktif dalam pemogokan buruh PT Catur Putra Surya, Porong, Sidoarjo.

"Kasus ini merupakan pelanggaran HAM berat. Yang saya takutkan adalah jika ada satu kasus yang dibiarkan oleh pemerintah akan banyak lagi kasus pelanggaran HAM yang tidak akan ditindaklanjuti oleh pemerintah," terang Vivi saat jumpa pers di kantor Kontras, Menteng, Jakarta, Senin siang (7/5).


Jasad Marsinah ditemukan tergeletak dengan kondisi penuh luka, pergelangan tangan lecet bekas ikatan, tulang selangkangan dan alat vital hancur, di sebuah gubuk. Sebelumnya dia marah kepada Kodim Sidoarjo karena telah menangkap 13 temannya dan ditekan secara fisik dan mental untuk menandatangani surat PHK.

"Ini adalah gambaran buruh perempuan yang menjadi korban dari kolaborasi antara pengusaha dan tentara, apalagi kasus ini kan terjadi zaman Orba" lanjut Vivi.

Perempuan Mahardika akan menyelenggarakan "Malam Budaya untuk Marsinah" esok (Selasa, 8/5) malam pukul 19.00 WIB di pelataran Taman Ismail Marzuki.

Pihaknya juga meminta agar kasus ini tidak ditutup dan menuntut agar pemertintah bisa mengusut tuntas kasus Marsinah dengan menangkap semua yang menghalangi dan menyembunyikan barang bukti pembunuhan, mengadili seluruh penjahat HAM dan pelaku kekerasan seksual pada masa Orba dan bubarkan komando teritorial sebagai lembaga teror bagi masyarakat.[ald]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya