Berita

ilustrasi/ist

Kesehatan

Ngeri... Jajanan di Sekolah Banyak Pake Bahan Kimia

Pengawasan BPOM Masih Lemah
MINGGU, 06 MEI 2012 | 08:08 WIB

RMOL.Keberadaan Badan pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum bisa diharapkan banyak untuk menjamin produk jajanan atau makanan aman dikonsumsi. Pasalnya, jajanan yang dijual di sekitar sekolah terbukti masih banyak yang tidak sehat dan mengandung bahan kimia yang membahayakan bagi kesehatan.

Para orangtua mesti lebih ekstra hati-hati mengawasi m­a­kan­­an yang dibeli buah hati Anda di luar rumah. DPR berharap, BPOM mam­pu membenahi sis­tem penga­wasan makanan di luar.

Anggota Komisi IX DPR bidang Kesehatan Herlini Amran me­ngatakan, ber­edarnya jajanan menggunakan bahan kimia se­perti formalin, boraks, rhoda­min B, methanyl yellow, penggunaan ba­han tam­bahan pangan berle­bihan, ter­cemar logam berat dan pes­ti­sida, serta buruknya higiene dan sani­tasi, menyebabkan ren­dahnya kualitas mikrobiologis.

“Koordinasi yang dibangun BPOM kepada instansi terkait tidak berjalan optimal. Sehingga peredaran makan tersebut bebas begitu saja dan itu mem­baha­ya­kan bagi generasi anak bangsa ke depan,” ujar Herlini di Ja­karta, Jumat.

Berdasarkan data BPOM, ha­nya 64,54 persen produk pa­ngan jajan­an anak sekolah yang me­me­nuhi ­syarat. Artinya, BPOM tak mam­pu menjalankan Pro­gram Rencana Aksi Nasio­nal Pa­ngan Jajanan Anak Seko­lah yang di­ca­nangkan Wapres Boed­io­no.

“Jajanan  anak sekolah itu me­megang peranan penting terhadap asupan energi dan gizi bagi ke­cer­dasan anak ke depan. Perlin­dungan makanan di lingkungan sekolah harus ditingkatkan,” pinta Herlini.

Lalu, ia membeberkan data yang diberikan BPOM ke­pada Komisi IX DPR yang diperoleh dari sam­pling yang dilaksanakan oleh 30 Ba­­lai POM di Indonesia de­ngan sam­­p­le 886 SD/Ma­dra­s­ah Ibti­da­iyah yang ter­se­bar di 30 kota, di­da­patkan 3.103 se­kolah atau 64,54 per­sen seko­lah yang meme­nuhi syarat (MS) dan 1.7,05 (35,46 persen) sample yang tidak mene­nuhi syarat.

“Padahal rendahnya kualitas ja­janan anak sekolah dapat mem­perburuk status gizi anak sekolah akibat terganggunya asupan gizi dan membahayakan bagi kese­hatan,” tutur Herlini.

Untuk itu, ia meminta BPOM meningkatkan kinerjanya dengan memperkuat kerja sama dengan pihak sekolah dan stakholder terkait, agar anak-anak ti­dak sa­lah membeli makanan di luar.

“Penga­wasan harus dilakukan secara intensif, sistematis dan visioner agar anak-anak sekolah terhindar dari bahaya makanan tersebut,” pungkasnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lucky Oemar Said mengakui bahwa kinerjanya belum optimal. Na­mun, dia berkilah, le­mahnya pengawasan tidak serta merta kesalahannya. Tetapi itu di­ka­renakan belum adanya Un­dang-undang (UU) tentang pe­nga­wasan obat dan makanan.

Untuk itu, pihaknya akan men­dorong agar Undang-Undang POM bisa terealisasi pada masa jabatannya. “Kami memerlukan legal basis yang lebih kuat lagi meski aturan itu sudah ada di Un­dang-Undang No 23/1992 ten­tang Kesehatan, namun belum opti­mal,” kata Oemar. [Harian Rakyat Merdeka]



Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya