Berita

ilustrasi

Sadarlah, Tren Kenaikan Harga Pangan akan Terus Terjadi

JUMAT, 27 APRIL 2012 | 14:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Para pembuat kebijakan ekonomi dan politik di Indonesia harus disadarkan bahwa tren kenaikan harga pangan akan terus terjadi, serupa dengan tren kenaikan harga energi.

Kebijakan ketahanan pangan, terutama pada sisi supply pangan yang berorientasi pada kemampuan domestik memproduksi pangan nasional untuk kebutuhan dalam negeri, harus menjadi determinasi utama politik ekonomi ketahanan
pangan Indonesia di masa depan.

"Usaha meminimalisasi impor pangan dengan melakukan maksimalisi supply pangan dari produksi domestik adalah kebijakan yang strategis dilakukan untuk membangun ketahanan pangan Indonesia," ujar ekonom dari Sabang Merauke Sircle, Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 27/4).

Namun, sayangnya kebijakan pemerintah hari ini abai terhadap orientasi penguatan politik ekonomi pangan nasional. Buktinya, pemerintah mengabaikan revitalisasi pertanian dan pangan nasional yang mampu meminimalisasi impor pangan. Makanya, ketergantungan kita terhadap impor pangan masih tinggi.

"Padahal, saya meyakini bahwa negara yang mampu menjadi supplier pangan dunia di masa yang akan datang, akan menjadi negara kuat secara ekonomi dan politik," ujarnya.

Hal ini seiring dengan orientasi industrialisasi di bidang manufaktur dan teknologi serta jasa yang banyak menyedot perhatian perekonomian. Juga  seiring dengan kemungkinan terjadinya ledakan penduduk di dunia yang hari ini telah mencapai 7 milyar lebih.

"Maka, idealnya pembahasan masalah peningkatan ekonomi domestik yang inklusif yang dibicarakan Presiden bersama para pembuat kebijakan (policy maker) seluruh Indonesia hari ini diarahkan pada pembahasan ketahanan pangan yang berorientasi pada usaha menuju menjadi negara supplier atau eksportir pangan bukan importir seperti saat ini," demikian Dahnil. [zul]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya