Berita

salah satu gedung uin/ist

Resmi, Komunitas Maritim UIN Jakarta Dideklarasikan

SENIN, 23 APRIL 2012 | 11:21 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sekelompok mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta membentuk Komunitas Maritim UIN Jakarta. Pendeklarasian ini berangkat dari semangat mengembalikan kejayaan maritim Nusantara.

Pasalnya, para penggagas komunitas ini melihat, Indonesia telah begitu jauh melenceng dari khittohnya sebagai negara kepulauan. Hal itu disampaikan Koordinator Komunitas Maritim UIN, Arlian Buana, akhir pekan lalu di kampurs UIN Jakarta.

"Alih-alih memaksimalkan potensi kelautan yang luar biasa, Indonesia saat ini dirundung berbagai masalah di laut. Ini jelas memprihatinkan. Harusnya kita menjadi Negara yang jaya di laut, tapi kita justru abai dengan laut. Tak urung, kekayaan kita di laut dikeruk asing dan  nelayan kita melarat," ujarnya.

Komunitas ini secara resmi dideklarasikan Jumat sore (2/4) di Cafelosophy, Ciputat, Tangerang Selatan. Turut hadir Direktur  Eksekutif Indonesia Maritime Institute Dr. Yulian Paonganan dan Sekjen IMI RM. Zulkipli. Setelah deklarasi, dilaksanakan diskusi santai dengan tema "Menggelorakan Semangat Kemaritiman Mahasiswa," dengan peserta sekitar 50  mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam Diskusi, Arlian menyinggung bahwa pekerjaan untuk menyadarkan sebanyak mungkin orang agar melek maritim bukan pekerjaan mudah. Tapi, sebagai langkah awal, ia dan teman-temannya akan mengampanyekan spirit maritime di lingkungan kampusnya. "Kerja ini kerja panjang, kami akan mulai dari lingkungan kami yang paling kecil, kampus UIN Jakarta,” ucapnya.

Senada dengan Arlian, Y. Paonganan mengatakan, negara kita telah dicekoki untuk bercocok tanam selama 350 tahun oleh Belanda. Berjaya di laut sudah tidak terpikirkan lagi oleh banyak orang.

"Padahal kita pernah mengalami masa kejayaan maritim pada masa kerajaaan Sriwijaya dan Majapahit. Namun, kejayaan itu kini seakan sirna. Land based oriented lebih dikedepankan. Pekerjaan menularkan semangat maritime jelas tidak mudah," tandas Paonganan.

Dalam kesempatan itu, Paonganan juga menyampaikan strategi besar yang diusung IMI menuju negara maritime yang kuat.

Pertama, mengubah mindset bangsa dari land based oriented ke maritime based oriented. Kedua, mendesakkan political will setiap elemen bangsa agar membuka mata terhadap potensi besar kita sesungguhnya, potensi maritime. Ketiga, pengembangan IPTEK kelautan yang berkelanjutan. Keempat, membangun pertahanan dan keamaanan laut yang berdaulat. Dan kelima, membentuk armada niagar yang besar.

"Dari penelitian IPB, laut kita menyimpan kekayaan lebih dari 7200 triliun rupiah. Itu pun masih dengan penelitian terbatas, saya yakin laut kita masih menyimpan kekayaan yang lebih besar. Dengan memaksimalkan sumber daya maritim, Indonesia bisa menyerap tenaga kerja yang besar dibandingkan dengan mengirim TKI ke luar negeri," imbuhnya.

Paonganan lalu memberikan apresiasinya yang tinggi untuk Komunitas Maritim UIN. Untuk jangka panjang, IMI akan mengajak Komunitas Maritim UIN untuk terjun langsung memberdayakan ekonomi masyarakat pesisir. Dan melibatkan Komunitas Maritim UIN bersama kampus-kampus lainnya, untuk menyuarakan maritime policy.

"Siapapun yang memerintah, kami akan desak untuk menerapkan maritime policy. Jangan salahkan saya, jika tahun 2020 nanti belum ada maritime policy, laut kita bisa menjadi hitam," demikian Paonganan. [zul]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya