Berita

Ilustrasi/ist

Dunia

Hamas Gantung Tiga Kaki Tangan Israel

SABTU, 07 APRIL 2012 | 17:05 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Hamas mengaku telah menghukum mati tiga warga Palestina yang menjadi kaki tangan Israel. Kementerian Dalam Negeri Hamas mengatakan ketiganya dihukum mati dengan cara digantung di sebuah tempat rahasia di Gaza.

Sebagaimana diberitakan BBC (Sabtu, 7/4),  pernyataan dari pihak Hamas itu tidak menyebut nama, usia atau keterangan lain mengenai identitas para terpidana mati tersebut. Bahkan Hamas juga tidak menjelaskan waktu hukuman mati itu dilaksanakan.

Eksekusi ini merupakan hukuman mati pertama yang dilakukan pada tahun ini bagi orang yang didakwa telah melakukan pengkhianatan dan bekerja sama dengan Israel.


Hukuman mati terakhir terkait dakwaan menjadi kaki tangan Israel dilakukan pada Juni tahun lalu. Pada saat itu, dua orang warga Palestina dieksekusi karena tuduhan bekerja sama dengan Israel.

Menurut undang-undang Palestina sejumlah kejahatan seperti menjadi kolaborator Israel, pembunuhan dan penyelundupan obat-obatan terlarang akan dijatuhi hukuman mati. Namun, semua eksekusi mati tersebut harus mendapat persetujuan Presiden Palestina Mahmoud Abbas sebelum dilaksanakan.

Tapi, Hamas, yang menguasai wilayah Gaza, sudah tidak lagi mengakui legitimasi Mahmoud Abbas, mereka menyebut bahwa masa pemerintahan Abbas sudah berakhir pada 2009 lalu. Sehingga dalam melakukan hukuman mati tidak perlu meminta legitimasi dari Abbas.

Di sisi lain, pemerintah Israel memang kerap menggunakan warga Palestina untuk mengumpulkan informasi tentang rencana serangan militer atau saat akan membunuh tokoh militan ternama.[ian]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya