Berita

Publika

Pemegang Polis Asuransi Pan Fasific Merasa Ditipu!

KAMIS, 05 APRIL 2012 | 08:43 WIB

SAYA selaku pemegang polis Asuransi Pan fasific sangat kecewa dan merasa dirugikan dengan pelayanan di asuransi tersebut.

Pasalnya, klaim kerusakan mobil Merk Honda Freed di bagian Foqlamp yang saya ajukan ke pihak Asuransi, dinyatakan tidak bisa diganti. Mereka beralasan, kerusakan itu tidak masuk dalam peraturan Asuransi. Padahal, pada perjanjian dan bukti polis yang saya pegang disebutkan, semua kerusakan mobil ditanggung pihak asuransi. Kecuali, bencana alam, kebakaran dan huru hara.

Semua kewajiban sebagai pemegang polis sudah saya jalankan dengan membayar iuran Asuransi selama setahun sebesar Rp 9.000.000 (Sembilan juta rupiah)


Tapi kenyataannya, di saat saya menuntut hak dan kewajiban dari pihak Asuransi Pan Pasific untuk mengganti kerusakan mobil tersebut, pihak Asuransi justru wanprestasi (inkar janji). Tidak mau membayar klaim yang saya ajukan, prosesnyapun terasa berbelit-belit.

Dan yang saya tahu, untuk mengganti kerusakan Foqlamp harganya tak melebihi dana yang sudah saya jaminkan ke pihak Asuransi.

Untuk itu, besar harapan saya, pihak Asuransi bisa mengganti segala kerusakan yang memang ditimbulkan bukan karena, huru hara, bencana alam, apalagi kebakaran. Kerusakan mobil saya murni bukan lantaran masalah yang saya sebutkan tadi.
Jangan sampai, konsumen lain dirugikan dan menjadi korban karena janji manis Asuransi.

Lilis, Pemegang Polis Asuransi Pan Fasifik. +62821128xxxxx

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya