Berita

dahnil anzar simanjuntak/ist

BBM

DPR Sama Saja Tebar Hantu Ketidakpastian Selama Enam Bulan ke Depan

SELASA, 03 APRIL 2012 | 09:39 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemerintah dan DPR diingatkan, bahwa polemik naik atau tidak harga bahan bakar minyak (BBM) sebelumnya telah berdampak pada kenaikan, khususnya, harga komoditi pangan dan transportasi. Hal ini mengakibatkan daya beli masyarakat miskin menurun, karena 80 persen pendapatan orang miskin habis untuk pangan.

"Sehingga penaikan harga pangan memukul daya beli mereka. Ini akibat permainan harga oleh para spekulan yang tak dapat dikendalikan oleh pemerintah," ujar ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Selasa, 3/4).

Nah, kenaikan harga ini kemungkinan akan tetap menjadi hantu 6 bulan ke depan berkaitan dengan UU APBNP 2012 yang telah disahkan DPR. Karena DPR tidak memberi kepastian menolak atau menerima kenaikan harga BBM. Tapi lewat penambahan ayat 6A pada pasal 7 UU tersebut, memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menaikkan atau menurunkan harga BBM di tanah air apabila terjadi perubahan rasio harga minyak Indonesia (ICP) dengan minyak di pasar dunia hingga lebih dari 15 persen dalam enam bulan berjalan sejak ayat itu diputuskan.

"Ketidakpastian yang pasti akan dihadapi perekonomian Indonesia karena pelaku ekonomi kesulitan memprediksi fluktuasi harga yang terjadi di pasar, khususnya komoditi dan jasa transportasi. Dan hal ini jelas akan berdampak buruk," tandasnya. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya