Berita

IST

Dunia

Dibawah Pengamat Asing, Pemilu Myanmar Berlangsung Hari Ini

MINGGU, 01 APRIL 2012 | 11:02 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Ribuan warga Myanmar akan mengikuti pemilu sela untuk memilih wakil mereka di Parlemen yang berlangsung hari ini (Minggu, 1/4). Pemilu kali ini akan menjadi berbeda bagi warga Myanmar karena pejuang demokrasi Aung San Suu Kyi turut ambil bagian dalam pemilu. Selain itu pemilu kali ini juga dipantau oleh pengamat asing.

Dalam pemilu kali ini Aung San Suu Kyi akan maju mencalonkan diri sebagai wakil untuk majelis rendah dari kota Kawhmu yang berada di luar Rangoon. Peraih nobel perdamaian ini berharap pemilu kali ini membawa perubahan besar bagi negaranya.

"Kita tetap berjuang untuk bisa melangkah ke depan karena inilah yang diinginkan oleh bangsa kita," kata Suu Kyi sebagaimana dikutip BBC (Minggu, 1/4).


Partai yang dipimpin Suu Kyi, Liga Nasional Demokrasi (NLD), akan berkompetisi memperebutkan 48 kursi kosong di Parlemen. Ini merupakan kali pertama NLD terlibat dalam pemilu Myanmar sejak tahun 1990 lalu setelah kemenangan partai tersebut dibatalkan oleh junta militer. Mereka kemudian menolak terlibat dalam pemilu Myanmar sejak peristiwa tahun 1990. Sampai akhirnya transisi kekuasaan di Myanmar berlangsung pada tahun 2010 dan mulai menunjukan kemajuan sikap pemerintah terhadap kelompok oposisi.

NLD merupakan satu dari 17 partai oposisi yang akan ambil bagian dalam pemilu hari ini. Mereka akan berhadapan dengan sejumlah partai yang mendapat dukungan dari militer.

Pemilu Myanmar kali ini dianggap sebagai pemilu yang cukup terbuka karena dipantau oleh sejumlah pengamat asing dari berbagai negara. Pemerintah Myanmar juga memberi ijin kepada sekitar 100 wartawan asing untuk meliput berlangsungnya pemilu di negara tersebut. Sejumlah pengamat ASEAN pun juga turut diundang sebagai pemantau dalam pemilu kali ini.

Uni Eropa mengatakan jika pemilu ini berlangsung dengan lancar maka kemungkinan untuk meringankan sanksi kepada Burma sangat terbuka. Bahkan Anggota Komisi Perdagangan Uni Eropa Karel De Gucht mengatakan bahwa pencabutan sanksi bisa berlangsung cepat jika memang semuanya berjalan lancar.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya