Berita

Azamara Quest/IST

Dunia

Kapal Mewah Hanyut di Perairan Filipina

SABTU, 31 MARET 2012 | 18:19 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Sebuah kapal pesiar mewah, yang berisi hampir seribu penumpang dan awak kapal, hanyut di perairan Laut Sulu , Filipina, setelah dua mesinnya mati akibat terbakar (Sabtu, 31/3).

Sebagaimana dikutip BBC (Sabtu, 31/3), insiden kebakaran ini terjadi sehari setelah kapal mewah bernama Azamara Quest meninggalkan Manila menuju Sandakan, Malaysia. Kapal itu sendiri telah berlayar selama 17 hari, setelah berangkat dari Hongkong pada Senin (26/3) lalu. Kapal rencananya akan berlabuh di  di beberapa kota di Filipina, Malaysia, dan Indonesia, sebelum dijadwalkan berlabuh di Singapura, 12 April.

Jumat tengah malam (30/3), api berkobar di salah satu kamar mesin kapal berbobot 30.277 ton itu. Akibat kebakaran itu, mesin penggerak kapal berukuran panjang 180 meter dan lebar 30 meter itu mati. Para awak kapal baru berhasil memulihkan satu mesin yang membangkitkan listrik untuk menyalakan pendingin ruangan, aliran air ledeng, lemari pendingin, dan alat-alat masak.


Juru bicara Kesatuan Penjaga Pantai Filipina Letnan Commander Algier Ricafrente mengatakan, pihaknya pertama kali menerima kabar insiden kapal Azamara Quest, Sabtu pagi, dari sebuah perusahaan pelayaran feri dan penarikan kapal di Manila. Saat itu, posisi kapal berada sekitar 139 kilometer sebelah barat daya Karang Tubbataha yang masuk dalam wilayah Filipina.

Pihak Azamara Club Cruises, perusahaan operator kapal pesiar tersebut, menyatakan bahwa kapal saat ini menggunakan sumber tenaga cadangan dan terapung-apung di kawasan laut yang tenang di dekat Kalimantan, Indonesia. Kapal tersebut membawa 590 penumpang dan 411 awak kapal. Sebagian besar penumpang adalah orang Amerika dan Eropa.

Ini adalah insiden ketiga yang menimpa kapal pesiar setelah peristiwa kandasnya kapal Costa Concordia, Januari, dan terhanyutnya Costa Allegra akibat mesin mati setelah kebakaran di perairan Samudera Hindia, Februari lalu.[ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya