Berita

YOSHIHIKO NODA/IST

Dunia

PM Jepang Bela Hukuman Mati

SABTU, 31 MARET 2012 | 15:04 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda secara tegas menyatakan membela kebijakan hukuman mati yang diterapkan negaranya. Pernyataan ini disampaikan Noda setelah beberapa hari sebelumnya terjadi tiga hukuman mati yang dilakukan terhadap sejumlah tahanan.

''Saya tidak berencana untuk menghapus hukuman mati,'' ujar Yoshihiko Noda sebagaimana dikutip BBC (Sabtu, 31/3).

Menurut Noda, dengan mempertimbangkan situasi di mana jumlah kejahatan keji tidak menurun, maka ia merasa sulit untuk menghapus hukuman mati ini.


Jepang memberlakukan hukuman mati kepada para pelaku pembunuhan dengan korban yang banyak. Keputusan ini didapat setelah pada jajak pendapat tahun 2009 menyatakan 85,6 persen warga Negeri Sakura tersebut setuju hukuman mati.

Kamis lalu hukuman mati pertama dengan cara digantung kembali dilakukan sejak Juli 2010. Sejumlah laporan menyebutkan beberapa nama tahanan yang dirahasiakan namanya, digantung di penjara terpisah, semuanya didakwa melakukan banyak pembunuhan. Saat ini sedikitnya ada lebih dari 100 orang yang terancam hukuman mati.

Desakan untuk menghapus hukuman mati muncul dari para pegiat HAM. Amnesti Internasional juga mengecam tindakan Jepang ini karena tidak jelasnya nasib terpidana mati. Kadang para terpidana mati ini ditahan berpuluh tahun tanpa diberitahu sejak awal kapan hukuman mati untuk mereka dilakukan. Ini berarti setiap hari mereka akan dihantui rasa takut dan khawatir hari itu akan menjadi hari terakhir mereka.[ian]




Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya