YOSHIHIKO NODA/IST
YOSHIHIKO NODA/IST
RMOL. Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda secara tegas menyatakan membela kebijakan hukuman mati yang diterapkan negaranya. Pernyataan ini disampaikan Noda setelah beberapa hari sebelumnya terjadi tiga hukuman mati yang dilakukan terhadap sejumlah tahanan.
''Saya tidak berencana untuk menghapus hukuman mati,'' ujar Yoshihiko Noda sebagaimana dikutip BBC (Sabtu, 31/3).
Menurut Noda, dengan mempertimbangkan situasi di mana jumlah kejahatan keji tidak menurun, maka ia merasa sulit untuk menghapus hukuman mati ini.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Senin, 20 April 2026 | 12:50
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 10:20
Selasa, 28 April 2026 | 10:13
Selasa, 28 April 2026 | 10:09
Selasa, 28 April 2026 | 10:00
Selasa, 28 April 2026 | 09:56
Selasa, 28 April 2026 | 09:53
Selasa, 28 April 2026 | 09:51
Selasa, 28 April 2026 | 09:48
Selasa, 28 April 2026 | 09:39
Selasa, 28 April 2026 | 09:27