ist
ist
RMOL. Uni Eropa sepakat memperluas misi militer mereka dalam memerangi bajak laut Somalia dengan memberikan ijin bagi kekuatan militer untuk menyerang sasaran baik saat di perairan maupun di daratan.
Para Menteri Pertahanan Uni Eropa telah sepakat bahwa kapal perang yang berpatroli di lepas pantai Somalia diberi ijin untuk menyerang kapal, pos pengisian bahan bakar, truk atau peralatan lain milik bajak laut di sekitar pantai.
"Keputusan penting hari ini adalah memperluas mandat militer untuk memperkuat kekuatan operasi melawan bajak laut di perairan Somalia," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip BBC (Sabtu, 24/3).
Uni Eropa akan bekerja sama dengan pemerintahan transisi Somalia dan organisasi lain untuk mendukung perluasan kewenangan misi militer tersebut dalam upaya melawan bajak laut.
Sejauh ini sedikitnya 10 kapal angkatan laut negara-negara Uni Eropa berpatroli di perairan di wilayah Somalia dan sekitarnya. Sejak 2008 lalu mereka bertugas mengawasi rute pengiriman dan bantuan kemanusiaan.
Perang berkepanjangan selama dua dekade telah menghancurkan Somalia dan mengakibatkan negara tersebut tidak memiliki pemerintahan yang kuat. Pemerintahan transisi yang dibentuk hanya mampu mengendalikan ibukota Mogadishu, sementara kelompok militan al Shabab, yang bergabung dengan al Qaeda, menguasai sebagian besar wilayah daratan. [zul]
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 23 April 2026 | 12:34
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Senin, 20 April 2026 | 12:50
UPDATE
Selasa, 28 April 2026 | 10:20
Selasa, 28 April 2026 | 10:13
Selasa, 28 April 2026 | 10:09
Selasa, 28 April 2026 | 10:00
Selasa, 28 April 2026 | 09:56
Selasa, 28 April 2026 | 09:53
Selasa, 28 April 2026 | 09:51
Selasa, 28 April 2026 | 09:48
Selasa, 28 April 2026 | 09:39
Selasa, 28 April 2026 | 09:27