Berita

ist

Perangi Bajak Laut, Uni Eropa Perluas Ruang Gerak Militer di Perairan Somalia

SABTU, 24 MARET 2012 | 16:10 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Uni Eropa sepakat memperluas misi militer mereka dalam memerangi bajak laut Somalia dengan memberikan ijin bagi kekuatan militer untuk menyerang sasaran baik saat di perairan maupun di daratan.

Para Menteri Pertahanan Uni Eropa telah sepakat bahwa kapal perang yang berpatroli di lepas pantai Somalia diberi ijin untuk menyerang kapal, pos pengisian bahan bakar, truk atau peralatan lain milik bajak laut di sekitar pantai.

"Keputusan penting hari ini adalah memperluas mandat militer untuk memperkuat kekuatan operasi melawan bajak laut di perairan Somalia," kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton, dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip BBC (Sabtu, 24/3).

Uni Eropa akan bekerja sama dengan pemerintahan transisi Somalia dan organisasi lain untuk mendukung perluasan kewenangan misi militer tersebut dalam upaya melawan bajak laut.

Sejauh ini sedikitnya 10 kapal angkatan laut negara-negara Uni Eropa berpatroli di perairan di wilayah Somalia dan sekitarnya. Sejak 2008 lalu mereka bertugas mengawasi rute pengiriman dan bantuan kemanusiaan.

Perang berkepanjangan selama dua dekade telah menghancurkan Somalia dan mengakibatkan negara tersebut  tidak memiliki pemerintahan yang kuat. Pemerintahan transisi yang dibentuk hanya mampu mengendalikan ibukota Mogadishu, sementara kelompok militan al Shabab, yang bergabung dengan al Qaeda, menguasai sebagian besar wilayah daratan. [zul]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya