Berita

ilustrasi stop reklamasi pantai/ist

Surat Glen Fredly dan Lainnya Soal Penolakan Reklamasi Pantai akan Diserahkan ke SBY

RABU, 14 MARET 2012 | 00:39 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Massa dari gabungan 40 lembaga swadaya masyarakat (LSM) lingkungan hidup dan nelayan yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Reklamasi Pantai (Gerasi) menggelar aksi di depan Istana Preside tadi sore, Selasa (13/3). Mereka mendesak Presiden Republik Indonesia untuk menghentikan proyek reklamasi nasional di seluruh pantai Indonesia.

"Reklamasi pantai dan penambangan pasir telah menganggu mata pencaharian dan keselamatan warga sekitar pantai," kata Sekretaris Jenderal Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), Riza Damanik, organinasi yang tergabung dalam koalisi tersebut.

Pengerukan pasir, menurutnya, menyebabkan air sekitar pantai menjadi keruh, sehingga warga sekitar pantai mengalami kelangkaan air bersih. Selain itu, pengerukan secara terus menerus juga membuat ikan tangkapan warga semakin langka.


Reklamasi pantai, lanjutnya, juga akan menyebabkan warga di sekitar pantai, tergusur akibat proyek itu.

"Ekosistem pesisir laut merupakan potensi besar yang hari ini harus benar-benar diselamatkan di tengah-tengah maraknya pembangunan yang merusak. Kawasan pesisir dan laut Indonesia mengalami kerusakan parah akibat penambangan, konversi kawasan, pencemaran dan aktivitas industrial lainnya," tegas Riza Damanik kepada Rakyat Merdeka Online.

Mengatasi hal tersebut, Gerasi juga akan menyerahkan tiga ribu surat pengaduan untuk Presiden SBY. Hingga saat ini, Gerasi sedang bernegosiasi dengan Istana Negara untuk mencapai kesepakatan mengenai mekanisme penyerahan surat tersebut kepada presiden.

Menurut Damanik, dari tiga ribu surat keluhan tersebut, terselip satu surat dari penyanyi pop yang pro terhadap kelestarian alam, yakni Glen Fredly. "Ada surat dari Glen Fredly juga," tambah Damanik. [arp]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya