Berita

Dunia

Obama Janji Hukum Mati Tentara Pembunuh 16 Warga Afghanistan

SELASA, 13 MARET 2012 | 10:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Pemerintah Amerikat Serikat (AS) menjanjikan hukuman mati bagi pasukan AS yang terbukti bersalah atas pembunuhan 16 warga Afghanistan akhir pekan lalu.

Meski demikian, pemerintah AS tetap tidak akan terburu-buru menarik pasukan keamanan mereka dari Afghanistan.

Menteri Pertahanan AS Leon Panetta mengatakan bahwa pasukan AS yang terbukti bersalah di pengadilan militer atas pembunuhan 16 warga sipil di Afghanistan akan mendapatkan hukuman mati. Dia juga mengecam tindakan kekerasan tersebut dan menganggap apa yang dilakukan personil militer mereka adalah di luar komando.


Meski demikian, Panetta mengatakan, insiden penembakan tersebut tidak boleh mengganggu misi pasukan AS yang saat ini masih menjaga keamanan di Afghanistan. Hal senada ini dengan pernyataan Presiden Barack Obama. Presiden kuliht hitam pertama itu menegaskan bahwa pasukan keamanan AS tidak akan keluar secara terburu-buru dari Afghanistan setelah tragedi itu.

"Ini benar-benar menyayat hati, namun apa yang tidak kami inginkan adalah keluar (dari Afghanistan) secara terburu-buru," ujar Obama dikutip BBC (Selasa, 13/3).

Peristiwa penembakan terjadi saat tentara AS meninggalkan markas mereka di provinsi Kandahar, Minggu kemarin (11/3). Namun di tengah perjalanan tentara itu mengamuk di sebuah desa dengan masuk ke tiga rumah dan membunuh 16 orang, sebagian besar dari mereka adalah perempuan dan anak-anak. Sejauh ini pejabat Pentagon masih enggan mengumumkan nama tentara ketika investigasi berlangsung.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya