Berita

Paus Benediktus XVI/ist

Dunia

AS Dilanda Wabah Pernikahan Sejenis, Paus Benediktus Marah

SABTU, 10 MARET 2012 | 13:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia, Paus Benediktus XVI, mengecam pernikahan sesama jenis dan mengingatkan bahwa pergeseran budaya dan politik telah mengubah arti pernikahan yang sesungguhnya.

Hal tersebut disampaikan Paus dalam pidatonya di Roma, di depan para uskup asal Amerika Serikat, Jumat (9/3) waktu setempat. Ucapan Paus itu begitu ironis karena tercatatan setidaknya ada tujuh negara bagian AS yang melegalkan pernikahan sejenis di antara warganya.

Tujuh negara bagian itu adalah Connecticut, Iowa, Massachusetts, New Hampshire, New York, Vermont, Colombia dan Washington DC.


Paus meminta kepada para Uskup untuk menekankan lagi pada umat mereka bahwa nikah sesama jenis dan seks pra nikah adalah perbuatan yang berdosa. Ini dilakukan Paus setelah disahkannya pernikahan sesama jenis di negara bagian Maryland dan Washington. Bahkan lima negara bagian AS lainnya dikabarkan sedang mengajukan RUU pernikahan sejenis.

"Perbedaan seksual tidak bisa dianggap sebagai hal yang tidak relevan dalam definisi pernikahan," ujar Paus Benediktus XVI sebagaimana dikutip BBC (Sabtu, 10/3).

Paus tahu, kemungkinan sudut pandangnya ini tidak sesuai dengan budaya generasi muda. Namun ia akan tetap meminta para uskup untuk mengembalikan konsep pernikahan tradisional yaitu antara pria dan wanita, bukan sesama jenis.

Beberapa pekan terakhir ini, para uskup AS berkampanye melawan UU baru pernikahan sesama jenis yang diperkenalkan dalam masa pemerintahan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.  Uskup New York yang baru-baru ini diangkat menjadi kardinal oleh Paus, Timothy Dolan, adalah tokoh yang berperan penting dalam kampanye tersebut.

Pada September 2011, tidak lama setelah disetujuinya UU pernikahan sesama jenis, uskup Timothy menulis surat kepada Obama, ia mengkritik aturan tersebut. Dalam suratnya ia mengatakan pengesahan UU itu bisa memicu konflik antara gereja dan pemerintah negara bagian.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya