RMOL. Meski sudah hampir setahun lalu ditembak mati pasukan khusus Amerika Serikat di bawah komando Barack Obama, sosok Osama Bin Laden yang serba misterius selalu jadi bahan obrolan yang menarik, terutama seputar kronologi kematiannya.
Salah satu dugaan terakhir yang menarik adalah peran istri tua Osama Bin Laden, Khaira Husain Saber (62), sebagai informan CIA soal lokasi persembunyian musuh besar Barat itu di Abbottabad, Pakistan.
Hingga kini, jumlah istri dan Osama yang diketahui publik luas adalah lima orang dengan jumlah anak sekitar 20 orang. Dua istri pertama diceraikannya. Sedangkan Saber adalah istri ketiga.
Dugaan motifnya sepele, Saber cemburu pada istri termuda Osama.
Hal ini disampaikan oleh Shaukat Qadir, seorang pensiunan perwira Pakistan yang menghabiskan waktu hingga berbulan-bulan untuk meneliti peristiwa kematian Osama tersebut.
Qadir diberi kesempatan langka untuk masuk ke dalam vila yang disegel setelah serangan tersebut dan dibongkar pada bulan lalu. Selain itu, Qadir juga diberi kesempatan untuk menginterogasi istri muda Obama yang berhasil ditangkap saat penyerangan berlangsung.
Brigjen Shaukat Qadir, menyatakan bahwa istri tua Osama, Khairiah Saber, telah membocorkan informasi keberadaan Osama kepada CIA. Sikap pilih kasih Osama membuat wanita kelahiran Arab Saudi tersebut merasa kesal dan akhirnya memberitahukan keberadaan Osama kepada CIA.
"Tentu saja saya yakin tentang itu. Betapa marahnya seorang wanita yang dicemooh," ujar Qadir, dikutip
AP (Sabtu, 10/3).
Puncak kecemburuan Khairiah Saber pada istri muda Osama yang bernama Ahmed Al Sadah berawal saat Saber datang ke Pakistan pada awal 2011. Osama terkesan lebih memilih Amal lantaran perempuan tersebut tetap bersama dengan dirinya saat gerilya dari Afghanistan ke Pakistan, berbeda dengan Khairah yang memilih meningkalkan Osama dan pergi ke Iran pada tahun 2001. Selain itu, Amal juga ikut berperan aktif dalam perlindungan bagi Osama. Faktor tersebutlah yang diduga membuat Osama semakin jatuh hati kepada Amal ketimbang Khairiah Saber.
Sejauh ini belum ada bukti yang pasti mengenai keterlibatan Saber dalam peristiwa pembunuhan Osama. Pasalnya, laporan-laporan dari para pejabat intelijen Pakistan dan AS sejak serangan 2 Mei 2011 itu tidak menyebutkan peran istri tertua Osama.
Sedangkan, para pejabat AS mengatakan, seorang kurirlah yang secara tidak sengaja menuntun CIA menuju ke vila di Abbottabad. Kurir, dengan nama samaran Abu Ahmed al Kuwait, terpantau dalam sebuah pantauan panggilan telepon.
[ald]