Berita

ilustrasi/ist

Suriah Gelar Referendum

MINGGU, 26 FEBRUARI 2012 | 12:10 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Pemerintah Suriah menggelar referendum untuk mengubah konstitusi negara pada Siang ini (Minggu, 26/2) waktu setempat. Pemerintah Suriah berharap Referendum konstitusi negara ini diharapkan mampu mengakhiri krisis kemanusiaan yang terjadi di Suriah

Sebagaimana dikutip BBC (Minggu, 26/2), Pemerintah Suriah berharap 14 juta rakyat Suriah yang telah berusia diatas 18 tahun dan memenuhi syarat untuk dapat memberikan suara mereka dalam referendum tersebut.

Menurut pihak pemerintah, referendum ini  akan mengakhiri sistem pemerintahan satu partai yang sudah berjalan selama lebih dari lima dekade dan menjadi pemicu kisruh politik sejak Maret tahun lalu. Pasalnya, dalam konstitusi baru itu akan menghilangkan pasal 8 Undang-Undang Dasar yang berisi mengenai sistem kepemerintahan satu partai. Pasal 8 inilah yang melenggangkan kekuasaan Partai Baath pimpinan Bashar al Assad sebagai partai tunggal di sistem pemerintahan Suriah


Meski sebagian besar isi konstitusi baru ini akan melucuti ciri Suriah sebagai negara Sosialis, namun pada pasal 60 tetap menetapkan bahwa sebagian besar petinggi negara harus berbasis buruh dan petani. Selain itu, Presiden haruslah seorang muslim dan ditegaskan bahwa nilai-nilai Islam harus menjadi sumber utama dalam hukum Suriah.

Kekuasaan presiden juga masih terbilang besar karena presiden masih menunjuk perdana menteri, anggota kabinet dan dalam kondisi tertentu bisa menggunakan veto terhadap parlemen. Presiden juga dapat dipilih dua kali dengan setiap masa jabatan selama 7 tahun.

Namun, referendum ini mendapat kecaman dari pihak oposisi dan AS. Oposisi telah menegaskan akan memboikot referendum tersebut dan di lain pihak AS menyebut upaya referendum pemerintah Suriah ini sebagai sebuah hal yang menggelikan. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya