Berita

hillary clinton/ist

Dunia

AS: Moskow dan Beijing Legalkan Pembantaian di Suriah

SABTU, 25 FEBRUARI 2012 | 11:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton menyebut bahwa Rusia dan China telah melegalkan terjadinya krisis kemanusiaan di Suriah karena melakukan veto resolusi Dewan Keamanan PBB tentang penyelesaian konflik di Suriah.

Hal ini disampaikan Hillary usai menghadiri konferensi "Friends of Syria", di Tunisia, dimana dalam Konferensi yang dihadiri delegasi 70 negara tersebut, Rusia dan China menolak hadir dengan tidak mengirimkan delegasinya.

Konferensi "Friends of Syria" bertujuan untukmeningkatkan tekanan terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad. Konferensi berakhir dengan sebuah deklarasi yang menyerukan pemerintah Suriah untuk mengakhiri kekerasan serta mengijinkan akses bantuan kemanusiaan.


"Seluruh dunia, selain Rusia dan Cina, bersedia menerima keputusan untuk mengambil tindakan terhadap rezim Assad," ujar Hillary yang menyindir ketidakhadiran delegasi Rusia dan China, sebagaimana dikutip BBC (Sabtu, 25/2).

Istri mantan presiden Amerika Serikat tersebut menegaskan bahwa krisis yang terjadi di Suriah ini merupakan penghinaan terhadap masyarakat internasional, ancaman terhadap keamanan regional, dan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia. Ironisnya, lanjut Hillary, ini mendapat dukungan dari dua negara besar, Rusia dan China.

Krisis di Suriah merupakan salah satu bagian dari demokratisasi di dunia Arab maka dari itu, seharusnya sebagai negara besar, Moskow dan Beijing, membantu menuntaskan "Arab Spring" ini secara menyeluruh.

"Mereka (Rusia dan China) harus mengerti bahwa mereka sedang memposisikan diri tidak hanya melawan keinginan rakyat Suriah, tetapi juga melawan gerakan demokratisasi di dunia Arab (Arab Spring) secara keseluruhan," lanjut Hillary.[ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya