Berita

Santorum: Kebijakan Barack Obama Jauh dari Ajaran Alkitab!

MINGGU, 19 FEBRUARI 2012 | 16:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Persaingan bakal calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik selalu melibatkan kebijakan pemerintah yang saat ini dipimpim oleh Barack Obama. Kali ini Rick Santorum menyebut kebijakan Obama termotivasi oleh  teologi yang berbeda atau tidak sesuai dengan Alkitab.

Lebih lanjut, orang yang taat akan ajaran Katolik Roma ini mengatakan, pemerintahan Obama telah gagal mencegah kenaikan harga gas dan menggunakan ilmu politik dalam perdebatan terkait isu perubahan iklim.

"Agenda Obama bukanlah tentang peningkatan kualitas hidup anda, juga bukan tentang pekerjaan anda. Ini tentang beberapa teologi palsu. Bukan teologi yang didasarkan pada Alkitab melainkan sebuah teologi yang berbeda," ujar Rick Santorum dihadapan para pendukungnya yang berasal dari kalangan konservatif di Columbus sebagaimana dikutip dari Reuters (Minggu, 19/2).


Pernyataan negatif ini segera ditanggapi oleh pihak Obama. Jurubicara kampanye Obama, Ben LaBolt mengatakan, pernyataan Santorum itu sebagai bagian dari black campaign yang selalu digemborkan oleh Partai Republik untuk mematikan popularitas Obama.

"Apa yang dikatakan Santorum hanyalah kampanye rendahan yang dilontarkan oleh Partai Republik yang mendorong distorsi, keburukan serta memicu pesimisme dan hal-hal negatif. Ini kontras dengan apa yang tengah dilakukan Presiden Obama saat ini, yang tengah fokus pada upaya penciptaan lapangan kerja dan memulihkan keamanan ekonomi untuk kelas menengah," sangkal Ben LaBolt.

Santorum memang kerap mengeluarkan pernyataan yang provokatif, antara lain ketika ia mengatakan bahwa dirinya tidak mengakui keberadaan Palestina dalam dunia internasional. Selain itu, ia juga pernah melontarkan pernyataan kerasnya terkait isu nuklir di Iran. Ia berjanji akan membumi hanguskan Iran dengan nuklir AS jika ia nanti terpilih sebagai presiden.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya