Berita

ilustrasi/ist

KRISIS SURIAH

Dokumen Rahasia Milik Kantor Presiden Bocor

MINGGU, 12 FEBRUARI 2012 | 13:26 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Dokumen rahasia milik kantor Presiden Suriah bocor. Dalam Dokumen itu disebutkan bahwa Iran telah membantu Suriah dalam menghadapi sanksi Internasional.

Sebagaimana diberitakan Haaretz (Minggu, 12/2), Dokumen tersebut bocor setelah mendapat serangan dari kelompok peretas Anonymous yang meretas e-mail kantor kepresidenan Suriah.

Disebutkan dalam dokumen tersebut Iran telah memberikan bantuan finansial kepada Suriah lebih dari 1 Miliar dolar AS. Dana sebesar itu sedianya akan digunakan untuk engatasi embargo minyak terhadap Suriah termasuk pembatasan penerbangan dan sanksi terhadap bank sentral.


Ini adalah respon Iran atas sejumlah sanksi keras yang diberlakukan oleh AS, Barat dan Liga Arab kepada Suriah karena pemerintah Suriah dianggap telah melakukan tindak kekerasan terhadap warga sipil. Uni Eropa dan AS memberlakukan embargo minyak terhadap Suriah, sedangkan sebagian besar Liga Arab memutuskan hubungan dengan Bank Sentral Suriah dan juga menghentikan penerbangan komersil dari negara-negara mereka ke Suriah.

Dalam dokumen itu pula disebutkan bahwa pada 8 Desember 2011, Presiden Assad mengirim delegasi dan tokoh senior untuk melakukan pertemuan khusus dengan 10 delegasi Iran yang waktu itu sedang berkunjung ke Suriah. Delegasi itu bertemu dengan Perdana Menteri Suriah Adel Safar, kepala bank sentral Suriah, dan para menteri keuangan, perdagangan dan minyak.

Dalam pertemuan itu delegasi Iran mengumumkan bahwa Iran mengalokasikan dana untuk membantu Suriah melalui transaksi perdagangan terhadap kebutuhan sehari-hari.

Krisis yang terjadi sejak Maret 2011 memang telah menyebabkan Suriah mengalami krisis finansial. Pasalnya, Suriah membutuhkan dana untuk membayar angkatan bersenjata yang bertugas menghalau para pemberontak. Selain itu Suriah juga membutuhkan dana untuk membayar puluhan ribu pejabat pemerintah.

Meski demikian, belum ada konfirmasi dari pejabat Iran maupun Suriah terkait bocornya dokumen ini. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya