Berita

Tidak Semua Warga AS Mendukung Sanksi kepada Iran

MINGGU, 05 FEBRUARI 2012 | 19:40 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Ternyata tidak semua warga Amerika Serikat mendukung kebijakan luar negeri pemerintah dalam memberi sanksi terhadap Iran. Setidaknya ribuan orang yang tergabung dalam masyarakat anti perang menggelar aksi unjuk rasa di 50 kota Amerika Serikat pada Sabtu (4/2) sore waktu setempat.

Para demonstran ini menyatakan kebencian mereka akan kebijakan perang yang dilakukan oleh pemerintah AS di seluruh belahan dunia. Secara khusus mereka meminta pemerintah untuk menghentikan sanksi dan permusuhan dengan Iran.

Di New York, ratusan warga melakukan long march dari Times Square menuju markas besar PBB. Selain mendesak pemerintah untuk menghentikan permusuhan dengan Iran, para demonstran ini juga mengutuk pihak-pihak yang terlibat dalam pembunuhan ilmuwan nuklir Iran.


"Jangan ada lagi perang dengan Iran. Jangan ada lagi perang dan kebohongan," teriak para demonstran tersebut sebagaimana dkutip kantor berita resmi Iran IRNA (Minggu, 5/2).

Richard Grave seorang demonstrasi menyatakan bahwa menurut hukum internasional Iran berhak untuk memperkaya uranium dan menggunakan energi nuklir secara damai. Namun AS memiliki kebijakan yang diskriminatif tentang Iran dengan menuduh Iran telah memproduksi senjata nuklir, padahal AS sendiri memiliki ribuan bom atom.

Pada akhir demonstrasi di New York, para demonstran membuat sebuah resolusi yang isinya meminta kepada pemerintah AS untuk menghapus sanksi atau ancaman serangan militer terhadap Iran. Mereka berharap resolusi tersebut di tandatangani oleh pihak pemerintah, agar permusuhan antara AS dan Iran yang berlangsung sejak tahun 1979 segera berakhir. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya