Berita

Rusia dan China Sampaikan Alasan Memveto Masalah Suriah

MINGGU, 05 FEBRUARI 2012 | 13:31 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Meski mendapat kecaman dari Amerika Serikat dan Barat, Rusia dan China tetap membela keputusannya yang mengeluarkan veto untuk menolak resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) mengenai masa depan negara Suriah.

Duta besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin menilai bahwa laporan yang diajukan sebagai dasar rencana dikeluarkannya resolusi itu tidak berimbang. Laporan itu, lanjut dia, hanya menyoroti kebijakan Presiden Bashar al Assad, dan tidak menyoroti aksi yang dilakukan kelompok oposisi yang juga bersenjata.

"Sayangnya sejumlah anggota komunitas internasional yang memiliki pengaruh telah menutup mata dalam upaya penyelesaian persoalan ini. Mereka meminta perubahan rezim, namun di sisi lain mendorong kelompok oposisi untuk berkuasa," ujar Churkin sebagaimana dilansir BBC (Minggu, 5/2).


Sementara itu, Duta besar China untuk PBB Li Badong menyebut bahwa resolusi ini kontraproduktif dengan upaya penyelesaian masalah di Suriah.

"Cina menyatakan dalam kondisi seperti sekarang menekan atau memaksakan solusi apapun kepada Suriah tidak akan membantu penyelesaian persoalan di negara itu," kata Dubes China untuk PBB Li Badong.

Penggunaan hak veto Rusia dan China dalam mengagalkan DK PBB untuk mengeluarkan resolusi tentang Suriah ini disambut warga Suriah yang pro pada presiden Assad. Mereka berdalih, seharusnya DK PBB lebih penting dilakukan untuk mengatasi masalah Gaza ketimbang Suriah.

"Apakah tidak ada persoalan yang lebih penting bagi DK PBB ketimbang mengurusi kami. Saya percaya masih ada banyak masalah penting lainnya bagi DK PBB perlu ditangani seperti kelaparan di Somalia dan Gaza," kata salah seorang warga yang pro Assad. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya