Berita

Dunia

Kerusuhan Berlanjut, Delapan Orang Tewas di Kairo dan Suez

SABTU, 04 FEBRUARI 2012 | 13:34 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Kerusuhan sepak bola yang menewaskan 74 orang di Mesir, masih berbuntut panjang. Sedikitnya delapan orang dinyatakan tewas dan 1.700 lainnya terluka, saat ribuan massa menggelar unjuk rasa memprotes kinerja aparat keamanan yang dinilai tidak mampu mengantisipasi terjadinya kerusuhan.

Lima orang dinyatakan tewas di kota Suez, setelah aparat menggunakan peluru tajam saat meredam aksi di kota tersebut. Sedangkan tiga pengunjuk rasa tewas di Kairo, hanya beberapa meter dari Kementerian Dalam Negeri.

Dalam aksinya, ribuan massa menuntut pertanggungjawaban aparat keamanan yang dinilai tidak mampu mengantisipasi terjadinya kerusuhan. Bahkan dalam beberapa rekaman video, aparat keamanan terlihat diam saat kerusuhan terjadi.


"Orang-orang ingin jawaban tentang bagaimana persis bencana sepak bola terjadi. Mengapa kepolisian, seperti yang terlihat pada kamera, tetap di pinggir lapangan," ujar demonstran yang tak disebutkan namanya sebagaimana dikutip Al Jazeera (Sabtu, 4/2).

Demonstrasi menghujat aparat keamanan pun berlanjut setelah kerusuhan itu. Para demontran tidak hanya mengkritik kinerja kepolisian, lebih lanjut mereka mengatakan bahwa kerusuhan yang terjadi saat pertandingan antara Al Marsy melawan Al Ahly tersebut adalah kegagalan seluruh kepemimpinan yang ada di Mesir.

"Ini bukan hanya tentang kegagalan kepolisian, tetapi kegagalan seluruh kepemimpinan," ujar para demonstran.

Kerusuhan di lapangan hijau, terjadi saat ribuan pendukung Al Marsy dengan membabi buta memukuli setiap anggota tim dan pendukung Al Ahly yang ada di Stadion Port Said usai laga yang dimenangkan oleh Al Marsy dengan skor 3-1 itu.

Kerusuhan itu merupakan tragedi sepak bola terparah di dunia dalam 15 tahun terakhir. Kerusuhan memicu kemarahan rakyat Mesir yang sudah tidak percaya dengan polisi dan pemerintahan militer. [arp]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya