Berita

anas urbaningrum/ist

Anas Urbaningrum Hanya Sasaran Antara

JUMAT, 03 FEBRUARI 2012 | 13:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Partai Demokrat harusnya lebih jeli melihat konteks kekinian dalam arena percaturan politik internal mereka. Bahwa sesungguhnya mereka telah disibukan dengan proses-proses yang sifatnya menghujam ke dalam.

"Apakah internal partai Demokrat membaca bahwa ada kekuatan yang sangat sistematis dalam menghajar partai? Semua tokoh Demokrat telah silih berganti dipaksa untuk memainkan drama sebagai pelaku antagonis," kata Ketua bidang Politik Forum Kesatuan dan Persatuan Bangsa (FKPB) Ery Ratmadi dalam keterangannya kepada redaksi (Jumat, 3/2).

Partai Demokrat benar-benar telah disibukan dengan urusan mulai dari konflik kongres Bandung, persoalan hukum yang menimpa Wakil Ketua Umum Jhony Allen, drama Nazaruddingate, prahara Angelina Sondakh dan saat ini apa yang menimpa Anas Urbangrum.  Sebagai simbol utama partai, Anas juga telah dipaksa untuk bermain di atas panggung prahara partai. Anas hanya sasaran antara untuk menghabisi partai.


"Sanggat jelas terlihat bahwa kepentinganya adalah pertarungan 2014. Partai Demokrat akan terlambat bekerja keluar jika konflik ini masih terjadi. Praktis kerja-kerja penggalangan kekuatan partai tidak akan ada waktu lagi," katanya.

Sementara partai-partai lain, lanjut dia, itu fokus bekerja keluar dan mempersempit ruang-ruang konflik internal untuk terekspose.

"Kalau Partai Demokrat tidak sadar akan skanario lawan yang sistematis itu, maka siap-siap saja akan mengalami terjun bebas di 2014," tandasnya. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya