Berita

PILKADA DKI

Semua Bakal Calon Gubernur Tahan Nafas

JUMAT, 03 FEBRUARI 2012 | 09:35 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Elektabilitas para bakal calon gubernur DKI Jakarta dalam dua pekan ini tidak mengalami perubahan signifikan. Elektabilitas para balon sama dengan dua pekan lalu, meski terjadi penurunan angka 1-2 persen atau sebaliknya.

Hal itu itu dikemukakan Direktur Eksekutif Cyrus Network Hasan Nasbi kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Jumat, 3/2).

"Itu nggak bisa dibilang penurunan. Margin of error itu kan sekitar 4 persen. Jadi kalau ada yang naik 1 persen; turun 1 persen; naik 2 persen atau turun 2 persen, itu bukan penurunan. Itu bias sampling saja. Biasa itu. Karena kita modelnya sampling, ada bias. Itu kemungkinan ditampung di dalam margin of error tadi. Tapi memang, secara umum tidak bergerak dalam dua minggu terakhir ini. Artinya posisi masih tetap," ungkapnya.

Tidak adanya perubahan signifikan elektabilitas semua balon diduga karena saat ini mereka sedang tidak ngotot dalam melakukan kerja-kerja politik. Pasalnya, mereka sedang tahan nafas.

"Karena memang semuanya tahan nafas. Dua minggu ke depan kan partai-partai akan mengeluarkan rekomendasi (siapa yang akan diusung). Kalau sekarang habis-habisan, lalu tidak direkomendasikan, kan berabe," tandasnya.

Rabu lalu, Cyrus kembali merilis hasil tracking survei yang dilakukan pada 23-28 Januari dan dimuat di situs resminya, www.cyrusnetwork.com. Survei ini melibatkan 500 responden dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error +/-4,38 persen.

Hasil survei itu menunjukkan elektabilitas Fauzi Bowo 23,8 persen; Joko Widodo 15,5 persen; Tantowi Yahya 11,5 persen; Faisal Basri 10,5 persen; Prijanto 4,3 persen; Nachrowi-Ramli 2,3; Nono Sampono 2,3; Wanda Hamidah 2,0 persen; Sandiaga S. Uno 1,8 persen; Triwisaksana 1,5 persen; Alex Noerdin 1,3 persen; Hendardji Supandji 1,3 persen; dan menjawab tidak tahu 22,3 persen.

Sedangkan hasil survei pada dua pekan lalu yaitu, Fauzi Bowo 24,0 persen; Joko Widodo 17,3 persen; Tantowi Yahya 12,3 persen; Faisal Basri 12,0 persen; Wanda Hamidah 4,7 persen; Prijanto 4,3 persen;  Sandiaga S. Uno 2,7 persen;  Nono Sampono 2,3 persen; Nachrowi-Ramli 2,0 persen; Triwisaksana 1,7 persen; Hendardji Supandji 0,3 persen; dan menjawab tidak tahu 16,3 persen. [zul]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya