Berita

ramadhan pohan/ist

Ramadhan Pohan: Realitasnya Berbeda, Akar Rumput Mengeluk-elukan Anas

SENIN, 30 JANUARI 2012 | 03:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Pemberitaan mengenai berbagai prahara Anas Urbaningrum, terutama menyangkut kasus Nazaruddin, bertolak belakang dengan respon grassroot terhadap Ketua Umum Partai Demokrat itu. Adalah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Ramadhan Pohan yang mengatakan hal tersebut.

"Kalau mau memperhatikan realitas di pengadilan seperti yang sering diberitakan, dengan realitas yang kami alami sebagai pengurus harian (Partai Demokrat) ada perbedaan," kata dia di sela-sela acara Malam Budaya Rakyat Merdeka dan Penganugerahan Inspiratif Newsmaker 2011 di Balai Sudirman, Jakarta (Minggu malam, 29/1).

Ramadhan mencontohkan, Minggu lalu dirinya mendampingi Ketua Umum Anas dan Sekjen Edhie Baskoro Yudhoyono mengunjungi Palembang. Dari 150 ribu lebih massa yang hadir, itu mengeluk-elukan keduanya.


"Tak ada pertentangan apapun dari publik terhadap gonjang-ganjing (Anas) di media," tutur dia.

Ramadhan mengatakan, Demokrat memegang teguh prinsip hukum sebagai panglima. Oleh karenanya, tidak bisa menghukum Anas dengan mendahului putusan hukum tetap yang diputuskan oleh pengadilan. Asas praduga tak bersalah harus dikedepankan

"Perlu dua alat bukti. Sekarang kan belum. Sekarang bukan terperiksa, bukan terdakwa, apalagi terpidana. Tapi sebagai resiko politik, ya seperti itu lah," imbuhnya.

Lebih lanjut Ramadhan menegaskan DPP Partai Demokrat solid. DPP Demokrat sekarang ini merupakan representasi dari kongres Bandung.

"Misalnya Pak Max (Max Sopacua) itu kubu Marzuki Alie. Tapi beberapa waktu lalu diperintah Anas untuk melakukan sesuatu, dan pak Max mengapresiasi itu," kata dia mencontohkan. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya