Berita

ist

Warga Berharap Salam World Bisa Saingi Facebook

MINGGU, 29 JANUARI 2012 | 18:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Salam World (SW), perusahaan jejaring sosial Islam yang bermarkas di Istanbul hadir dan meramaikan NU Expo 2012 di kota Surabaya. Ternyata minat masyarakat untuk tahu sangat besar. Bahkan banyak yang berharap SW bisa menyaingi Facebook (fb).

NU Expo di Grand City Surabaya yang dibuka resmi oleh Wakil Presiden Boediono tiga hari lalu langsung menyedot ribuan pengunjung. Selain dua ratusan pengusaha dari kalangan Nahdlatul Ulama, juga hadir para pengusaha dari luar negeri. Salam WorLd sendiri hadir dalam dua stand dengan dekorasi yang cukup atraktif. Terpampang foto besar prosesi penandatanganan kerjasama NU dan  Salam World di Istanbul, antara Ketua PB NU. KH. Said Agil Siradj dan Chairman Salam World, Abdul Vakhed Niyazov.

 
Wakil Presiden Indonesia, Boediono sempat berkunjung ke stand Salam World dan menanyakan tentang area kerja Salam World. Oleh penjaga stand, Mohamad Arief diterangkan bahwa perusahaan ini merupakan jejaring sosial Islam pertama di dunia, bermarkas di Istanbul dan dalam waktu tidak lama lagi akan membuka kantor di Jakarta. Para pejabat yang mengikutinya berharap, pembukaan kantor bisa dilaksanakan segera sehingga menyerap tenaga kerja nasional.

Wakil Presiden Indonesia, Boediono sempat berkunjung ke stand Salam World dan menanyakan tentang area kerja Salam World. Oleh penjaga stand, Mohamad Arief diterangkan bahwa perusahaan ini merupakan jejaring sosial Islam pertama di dunia, bermarkas di Istanbul dan dalam waktu tidak lama lagi akan membuka kantor di Jakarta. Para pejabat yang mengikutinya berharap, pembukaan kantor bisa dilaksanakan segera sehingga menyerap tenaga kerja nasional.

Sementara itu, banyak sekali pengunjung yang terkesan dengan rencana yang akan dilakukan oleh Salam World. Mereka menanyakan berbagai hal yang terkait dengan jejaring sosial ini, mulai target, sumber dana, hingga prediksi kemampuannya menyaingi jejaring sosial yang sudah ada. Setelah melalui diskusi yang cukup panjang rata-rata mereka berharap agar Salam World dapat segera mengeluarkan produknya yang berkualitas dan tidak kalah dengan facebook.

"Saya senang melihat usaha ini. Tapi saya kira tidak bisa main-main karena bersaing dengan produk dari Amerika Serikat. Kualitas produk dipertaruhkan. Perlu bukti bahwa Salam World bisa mengalahkan facebook,” ujar seorang pengunjung.

Rupanya, selain pertanyaan umum ada juga pertanyaan khusus. Berapa pebisnis yang datang misalnya mulai menanyakan apakah nantinya ada lahan untuk iklan di Salam Wold. Bahkan orang tua yang hadir sangat berharap agar game yang ada dalam Salam World benar-benar memberikan rasa aman bagi orang tua sekaligus mencerahkan pikiran anak-anak.

Salam Sulaimanov, salah seorang koordinator Salam World yang datang dari Kuala Lumpur seperti dikabarkan pejabat Salam World Aji Surya, mengaku senang dengan antusiasme publik terhadap Salam World. Meskipun banyak pertanyaan dan aneka komentar, namun semua itu menunjukkan adanya kebutuhan lahirnya sebuah jejaring sosial berwarna Islam.

“Mereka akan mendapatkan semua jawabannya setelah launching pada Juni mendatang,” katanya.

NU Expo yang dikunjungi puluhan ribu pengunjung ini mengakhiri perhelatannya pada 29 Januari 2011. Selain pameran dilaksanakan juga kegiatan sampingan lain seperti lomba drum band, sepeda gembira serta aneka lomba lainnya.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya