Berita

nazaruddin/ist

Singkirkan Nama-nama yang Disebut Nazaruddin kalau SBY Anti Korupsi

KAMIS, 26 JANUARI 2012 | 09:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sebagai bukti masih konsen dalam memberantas korupsi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dituntut melakukan dua hal. Pertama, SBY harus membersihkan partainya, Partai Demokrat, dari orang-orang yang diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi.

Koordinator Divisi Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Uchok Sky Khadafi menjelaskan, terdakwa kasus suap wisma atlet M. Nazaruddin di persidangan telah menceritakan siapa saja yang terlibat dalam kasus yang membelitnya tersebut.

"Dia (Nazaruddin) kan maling. Nah, dia ini sudah menceritakan siapa saja yang terlibat waktu dia maling. Jadi dia itu kan sebenarnya menjelaskan modus operandinya," jelasnya kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.


Karena itu, katanya, nama-nama yang disebut Nazaruddin, harus disingkirkan dari Partai Demokrat. Ibarat kanker, ungkapnya, penyakit korupsi di tubuh Demokrat akan menjalar kalau orang-orang yang disebut Nazaruddin tidak segera diamputasi.

Kedua, masih kata Uchok, SBY harus membersihkan lingkaran Istana. Dia menuding pasti ada staf di internal Istana yang bermain dalam proyek renovasi dan rehabilitasi Istana Kepresidenan. Anggaran untuk renovasi dan rehabilitasi sebesar Rp 80 miliar itu sangat mewah melonjak 100 persen dari anggaran tahun sebelumnya.

"Itu mewah sekali. Anti korupsi itu harus sederhana," ungkapnya. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya