Berita

ilustrasi/ist

KRISIS KOLOMBIA

Pemberontak Serang Pusat Instalasi Radar

MINGGU, 22 JANUARI 2012 | 10:16 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Para pemberontak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia telah menyerang sebuah instalasi radar di provinsi Cauca. Para pemberontak ini juga membunuh seorang penjaga dan kejadian ini mengakibatkan sejumlah jadual penerbangan di negara selatan Andes tersebut tertunda.

Pejuang gerilya dari Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) meluncurkan rudal buatan mereka sendiri ke instalasi rada tersebut pada Sabtu waktu setempat (21/1). Akibat kerusakan radar ini sejumlah penerbangan di Kolombia mengalami penundaan.

Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mengutuk serangan FARC yang menganggu fasilitas umum ini.


"Ketika sebuah kelompok FARC melakukan serangan ke sebuah situs yang menimbulkan masalah bagi penduduk sipil, (sebenarnya) itu telah menunjukkan kelemahan dan keputusasaannya karena telah mengakibatkan pada penduduk sipil yang notabene di klaim FARC sebagai basis dukungannya," ujar Santos sebagaimana dikutip Al Jazeera (Minggu, 22/1).

Instalasi radar yang membentang seluas sekitar 300 km ini, menyediakan cakupan tidak hanya bagi penerbangan sipil, tetapi untuk melawan perdagangan narkoba di negara itu.

Direktur Otoritas Penerbangan Sipil Santiago Castro mengatakan bahwa untuk memperbaiki radar yang rusak akibat serangan ini kembali ke keadaan semula akan memakan waktu berbulan-bulan.

FARC telah dianggap sebagai organisasi teroris oleh AS dan Eropa karena selain sering membuat teror organisasi ini juga terlibat dalam perdagangan obat terlarang di Amerika Selatan. Sebenarnya, baik gerilyawan FARC dan pemerintah telah menyerukan perdamaian tetapi Santos mengatakan bahwa para pemberontak Marxis harus terlebih dahulu membuktikan bahwa mereka menginginkan perdamaian dan membebaskan semua sandera juga menghentikan serangan. Namun pernyataan Santos ini di tolak oleh FARC. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya